Pelanggan UUAB Moro Protes Tak Kebagian Air

777
Pesona Indonesia
Proyek penyediaan air minum dan sanitasi berbasis masyarakat (Pamsimas) di Desa Jang, Kecamatan Moro. foto:polister/batampos
Proyek penyediaan air minum dan sanitasi berbasis masyarakat (Pamsimas) di Desa Jang, Kecamatan Moro. foto:polister/batampos

batampos.co.id – Sejumlah pelanggan air bersih di Kelurahan Moro, dan Moro Timur, mengeluhkan tak kebagian pendistribusian air bersih yang dikelola Unit Usaha Air Bersih (UUAB) Moro. Padahal, mesin pompa penyedot air dari waduk ke bak penampungan UUAB, tetap beroperasi.

“Bagaimana tak mengeluh, soalnya sudah terhitung seminggu ada sebagian pelanggan tak kebagian air bersih. Sedangkan sebagian lagi dari jumlah 700 pelanggan, tetap mendapatkan air bersih. Akibatnya, saat menjalani ibadah puasa terpaksa beli air seharga Rp 50 ribu per lori atau isi lima drum,” keluh Halim, mewakili pelanggan lainnya dengan nada miris.

Sementara Kepala UUAB Moro, R.Rachmad yang dihubungi, Selasa (22/6), tak membantah adanya keluhan sebagian pelanggan tersebut. Bahkan pelanggan sudah berulangkali mendatanginya mempertanyakan penyaluran air bersih tersebut.

“Permasalahannya, mesin pompa penyedot air dari waduk ke bak penampungan menuju ke saringan air, daya tariknya tak kuat. Mengingat, mesin penyedot ukurannya kecil, tak seimbang untuk mendistribusikan air dari waduk itu ke bak dan saringan air,” beber Rachmad.

Dengan keterbatasan air dalam bak, sehingga UUAB tak mampu melayani seluruh pelanggan. Karena itu, UUAB Moro sangat membutuhkan mesin pompa besar untuk mengatasi kemacetan tidak meratanya pelanggan mendapatkan air bersih tersebut. (pst/bpos)

Respon Anda?

komentar