Pemerintah Lembek, Cina Sengaja Masuki Natuna

1400
Pesona Indonesia
Nine Dash Lines. Foto: istimewa
Nine Dash Lines. Foto: istimewa

batampos.co.id – Pemerintah RI diminta menunjukkan sikap tegas dan memposisikan diri sebagai negara yang berkeberatan secara konsisten (persistent objector) terkait konflik di Laut Cina Selatan.

Baca Juga: Cina Ingin Caplok Natuna

Khususnya terkait klaim Cina atas sebagian wilayah perairan Natuna berdasarkan sembilan garis putus yang mereka ajukan.

Guru Besar Hukum Internasional Universitas Indonesia (UI), Hikmahanto Juwana, mengatakan sikap lembek Pemerintah RI selama ini sering dimanfaatkan Cina untuk mengeruk kekayaan di Laut Natuna. Termasuk para nelayan Cina yang kerap menangkap ikan di wilayah tersebut.

Baca Juga: Pangarmabar: Kapal Penjaga Pantai Cina Provokatif, Tapi Kami Tak Takut

“Nelayan Cina masuk ke Natuna itu bukannya tidak sengaja. Karena mereka menganggap wilayah itu merupakan wilayah tradisional mereka untuk menangkap ikan,” kata Hikmanto, Selasa (21/6/2016).

Baca Juga: Cina Klaim Nelayannya Tertembak, Jokowi: Pertahankan Kedaulatan RI di Natuna

Dia menjelaskan, sebagian wilayah laut Natuna, Kepri, masuk dalam cakupan sembilan garis putus-putus atau nine dash lines yang dibuat Cina. Padahal sebenarnya, sebagian wilayah tersebut merupakan merupakan Zona Ekonomi Ekslusif Indonesia (ZEEI).

Baca Juga: Cina Langgar Kedaulatan RI di Natuna, Luhut: Kita Tegas tapi Tetap Berteman

Menurut dia, Cina tidak menandatangani Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang Hukum Laut atau United Nations Convention on the Law of the Sea (UNCLOS) pada tahun 1982. Dan Cina memberikan isyarat berkeras pada ketetapannya bahwa hampir semua Laut Cina Selatan adalah wilayah sah mereka.

Baca Juga: Menteri Susi Puji Tindakan Tegas TNI AL di Natuna,…Jalesveva Jayamahe

Cina juga memberlakukan dokumen sepihak yang menyebutkan perairan di utara dan barat laut Kepulauan Natuna sebagai perairan perikanan tradisional mereka. Sementara UNCLOS 1982 dan semua hukum laut internasional tidak mengenal istilah perairan perikanan tradisional Cina itu.

“Perairan perikanan tradisional inilah yang menjadi dasar bagi Cina untuk melakukan klaim atas Sembilan Garis Putus-putus atau Nine Dash Lines itu,” kata dia.

Baca Juga: Waspada! Cina Tahu Cadangan Migas Natuna Terbesar di Dunia

Itulah sebabnya, nelayan Cina tak pernah berhenti melaut di wilayah ZEEi yang diklaim sebagai wilayah perikanan tradisional mereka itu. Meskipun sudah beberapa kali nelayan mereka diusir dan ditangkap, baik oleh TNI AL maupun oleh aparat Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

Yang terbaru, penangkapan dilakukan TNI AL terhadap kapal ikan Cina, Han Tan Cou 19038, di laut Natuna pada Jumat (17/6/2016) lalu. Aparat TNI AL berhasil menangkap satu dari 12 kapal nelayan Cina yang saat itu kedapatan menangkap ikan secara ilegal. (jpgrup)

Baca Juga:
> China Terus Menggoda, 11 Kapal Curi Ikan di Wilayah Natuna, 1 Tertangkap
> Hamid Rizal : China Sudah Lama Menyusup ke Natuna
> TNI AL Kerahkan Armada Tempur ke Laut Natuna

Respon Anda?

komentar