Walikota Isyaratkan Penolakan Terhadap Penghapusan Perda Baca Al Quran

712
Pesona Indonesia

Wali Kota Batam HM Rudi menanda tangani buku Ramadan anak anak di Mesjid Al Ikhlas Perum Putri Hijau Sei Langkai Kecamatan Sagulungbatampos.co.id – Presiden RI Joko Widodo memerintahkan menghapus sebanyak 3.143 Perda yang ada diseluruh Kabupaten/Kota di Indonesia. Informasi yang mencuat, Perda Kota Batam No. 58 tentang wajib bisa baca Al Quran bagi anak sekolah masuk dalam daftar itu.

Wali Kota Batam, Muhammad Rudi sejauh ini mengaku belum tahu Perda kota Batam mana saja yang telah dihapus. Menurutnya, Pemko Batam belum mendapat surat resmi tentang penghapusan perda di Batam.

“Jujur saya belum dapat surat resmi, jadi belum tahu perda apa saja yang dihapus,” kata Rudi, kemarin.

Namun Rudi tak membantah sempat mendengar selentingan kabar jika Perda Kota Batam no 58 tentang wajib baca alquran turut dihapus. Saat itu ia mengisyaratkan penolakan atas penghapusan tersebut.

“Perda itu kan kita terapkan bagi siswa yang Muslim saja. Jadi sebenarnya tak ada masalah, apalagi menganggu investasi,” terangnya.

Menurutnya, sejauh ini penerapan Perda wajib baca alquran tak pernah mendapat kendala apapun di Batam. Bahkan penerapan wajib bisa baca Al Quran ini telah diterapkan sejak Mantan Walikota Batam, Nyat Kadir,Ahmad Dahlan dan dirinya.

“Dari pak Nyat dulu awalnya hanya Perwako dan kemudian kita jadikan Perda. Sejauh ini Perda itu sejalan dengan tujuan Batam Madani,” jelas Rudi lagi.

Meski begitu, Rudi tak bisa berbuat banyak jika pemerintah pusat telah menghapus Perda tersebut. Namun, ia akan mempertahankan Perda tersebut lewat Perwako. Dan nantinya akan ditinjau ulang dengan rapat dengan DPRD Batam.

“Yang jelas kalau dibatalkan, kita tunggu. Upaya kita nanti, setelah melihat benar atau tidaknya dibatalkan,” sebut Rudi.

Latar belakang penyusunan Perda No. 58 itu, dilandasi oleh budaya dan kearifan lokal yang dimiliki oleh masyarakat Melayu. Seperti yang telah dideklarasikan dalam konfrensi Dunia Melayu Dunia Islam, dan juga pemangku kepentingan dalam rangka menuju Batam yang Madani.(she)

Respon Anda?

komentar