Petugas Imigrasi Tanjunguban Gagalkan Penyelundupan Jutaan Bibit Lobster ke Singapura

1022
Pesona Indonesia
Barang bukti jutaan bibit lobster seberat 62 Kilogram (Kg) yang hendak diselundupkan ke Singapura. foto:harry/batampos
Barang bukti jutaan bibit lobster seberat 62 Kilogram (Kg) yang hendak diselundupkan ke Singapura. foto:harry/batampos

batampos.co.id – Petugas Kantor Imigrasi Kelas II Tanjunguban menggagalkan penyelundupan jutaan bibit lobster seberat 62 Kilogram (Kg) yang dilakukan oleh salah satu penumpang Kapal Wan Seri Beni, RA, 47, ke Singapura di Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) Pelabuhan Bandar Bentan Telani (BBT), Kawasan Pariwisata Lagoi, Senin (20/6) sekitar pukul 16.00 WIB.

“Pelaku merencanakan penyeludupan jutaan bayi lobster ke Singapura. Namun dua petugas kita yang saat itu bertugas berhasil menggagalkannya,” ujar Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Tanjunguban, Suhendra saat ditemui di ruangannya, Selasa (21/6).

Ketika mengawasi penumpang yang hendak berangkat ke Singapura dengan menumpangi Kapal Wan Seri Beni melalui Pelabuhan BBT, lanjutnya, dua petugas imigrasi diantaranya Newin Budiyanto dan Muhammad Noor melihat gerak gerik mencurigakan terhadap salah satu penumpang kapal. Sehingga keduanya berinisiatif untuk memanggil bersangkutan dan menginterviewnya di ruangan TPI.

Setelah melakukan interview, sambungnya, petugas melakukan pemeriksaan terhadap barang bawaan bersangkutan yang terdiri dari dua koper berwarna hitam. Namun saat membuka koper tersebut, petugas mendapati ada sebuah bungkusan. Ternyata dalam bungkusan tersebut ada kantong plastik bening yang berisikan bibit lobster.

“Kita periksa koper milik pelaku dengan label bagasi Nomor 343691 dan 343692. Didapati bungkusan kantong bening berisikan bayi lobster seberat 62 Kg. Sehingga kita melalukan penundaan keberangkatan pelaku ke Singapura dan mengamankannya,” katanya.

Usai menggagalkan penyeludupan dan mengamankan pelaku, kata dia, petugas imigrasi langsung menyerahkan pelaku dan barang bukti (bb) jutaan bibit lobster seberat 62 Kg kepada pihak Karantina Hewan dan Tumbuhan Bintan.

Ia menilai kejadian seperti ini sangat merugikan dan membahayakan Indonesia, khususnya wilayah Kabupaten Bintan. Bahkan wilayah Bintan yang letaknya diapit oleh negara asing ini menjadi sangat rawan dengan tindakan kriminalitas internasional. Guna mengantisipasinya, Kantor Imigrasi Kelas II Tanjunguban akan terus meningkatkan pengawasan terhadap perlintasan penumpang di beberapa pelabuhan maupun di wilayah perbatasan laut.

“Kita akan mengantisipasi lalu lintas orang, baik itu bagi Warga Negara Indonesia (WNI) maupun Warga Negara Asing (WNA). Karena jika tidak, mereka akan melakukan tindakan kriminalitas yang dapat merugikan dan membahayakan negara kita,” ungkapnya. (ary/bpos)

Respon Anda?

komentar