Praktek Percaloan Lahan Timbul Karena Ketidakpastian Data

413
Pesona Indonesia
Kantor Wali Kota Batam dan Engku Putri, DPRD Batam, dan Masjid Raya batam yang selama ini aset BP Batam bakal diserahkan ke Pemko Batam. Foto: dok humas Pemko Batam/istimewa
Kota Batam. Foto: dok humas Pemko Batam/istimewa

batampos.co.id – Permasalahan lahan di Batam sangat kompleks dan krusial untuk segera diselesaikan. Anggota 3/Deputi Bidang Pengusahaan Sarana Usaha BP Batam, RC Eko Santoso Budianto yang mewakili Kepala BP Batam, Hatanto Reksodipoetro berharap, upaya yang dilakukan oleh pihaknya bisa meminimalisir permasalahan lahan yang ada di Batam.

Tak hanya terkait tumpang tindih dan bangunan ilegal, Eko juga menemukan praktek percaloan lahan. Dia menyebutkan ada banyak calo yang beredar di luar untuk menawarkan lahan dengan harga yang lebih mahal. Kondisi tersebut terjadi karena ada ketidak pastian mengenai data pengelolaan lahan selama ini.

baca juga : BP Batam Gandeng Kodam Bukit Barisan Untuk Pemetaan Lahan

Masalah lainnya adalah mengenai lahan-lahan tidur. Lahan tersebut sudah dialokasikan kepada pengusaha tertentu, namun tak kunjung dibangun hingga hari ini. Dia menegaskan bahwa kondisi tersebut merupakan kerugian bagi negara.

Pihaknya berniat mengevaluasi kembali pengalokasian lahan-lahan yang selama ini tak juga dibangun. Dia menegaskan bahwa pengalokasian lahan di Batam sejatinya diberikan untuk meningkatkan investasi di Batam.

“Dengan pemetaan ini, akan dilakukan penataan ulang. Terutama terhadap lahan-lahan yang sudah dialokasikan tapi belum dibangun-bangun. Ini merugikan negara, karena itu harus ditata ulang,” tegasnya.

Dia menjamin, dalam tempo waktu 2 hingga 3 bulan BP Batam akan bisa memilah permasalahan pokok yang diselesaikan. Dia juga berjanji, dalam waktu dekat pengurusan permohonan lahan akan bisa dilakukan secara online.

“Khusus permohonan lahan akan bisa diajukan melalui website. Kami akan tampilkan semua data, harga, sehingga semua transparan. Ini akan segera terwujud,” tuturnya.(leo)

Respon Anda?

komentar