Program Taskin Tetap Berjalan Meski Anggaran Defisit

365
Pesona Indonesia
Salah satu rumah tidak layak huni di Karimun. foto:dok
Salah satu rumah tidak layak huni. foto:dok

batampos.co.id – Program Pengentasan Kemiskinan (Taskin) bagi rumah tangga sasaran (RTS) di Kota Tanjungpinang tahun 2016 ini masih tetap berjalan, meskipun Pemko Tanjungpinang tengah mengalami defisit keuangan.

“Alhamdulillah program Taskin masih sesuai rencana, karena tetap menjadi prioritas Pemko Tanjungpinang,” ujar
Sekretaris Sekretariat Tim Koordinasi Pengentasan Kemiskinan Daerah (TKPKD) Kota Tanjungpinang Tri Cahyo Wibowo, Selasa (21/6).

Anggaran Taskin yang telah disediakan oleh Pemko Tanjungpinang, dikatakan Cahyo sebesar Rp 14.298.588.000

Cahyo melanjutkan, anggaran tersebut diperuntukkan bagi program pemenuhan hak dasar Rp 9.044.292.000, untuk program rehab rumah tidak layak huni (RTLH) Rp 4.942.769.000, dan untuk program pembinaan unit usaha Rp 311.497.000.

“Bantuan memang didominasi untuk kesehatan dan sosial,” ujar Cahyo yang juga Kabid Perencanaan Sosial dan Budaya Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Tanjungpinang tersebut.

Untuk penyaluran bantuan, kata Cahyo dilakukan oleh dinas bersangkutan, yaitu Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tanjungpinang, serta Dinas Sosial dan Tenaga Kerja (Dinsosnaker) Kota Tanjungpinang.

Cahyo melanjutkan, dana yang telah dianggarkan tersebut juga diperuntukkan bagi pembayaran iuran BPJS Kesehatan untuk 17.500 jiwa.

Sementara untuk kelanjutan program Taskin di tahun 2017, Cahyo mengatakan pihaknya masih merumuskan rancangan sembari mencari info kebijakan Pemerintah Provinsi Kepri untuk program Taskin. (Lra/bpos)

Respon Anda?

komentar