Proses PAW Anggota DPRD Kepri Mulai Dipertanyakan

577
Pesona Indonesia
Jumaga Nadeak. foto:cecep mulyana/batampos
Jumaga Nadeak. foto:cecep mulyana/batampos

batampos.co.id – Proses pergantian antar waktu (PAW) dua anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kepri mulai dipertanyakan. Pada sidang paripurna, Senin (20/6) kemarin, anggota legislatif dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Syarafudin Aluan bertanya langsung kepada pemimpin sidang.

“Ketua, ini teman-teman kita mohon diperhatikan. Kedatangannya di paripurna ini. Karena sesuai dengan tatib, lebih dari enam kali berturut-turut bisa diberhentikan posisinya. Termasuk juga dua anggota yang sudah harus digantikan,” katanya.

Dua anggota yang dimaksudkan Aluan itu adalah Erianto dari partai Demokrat dan Sofyan Samsir yang beberapa waktu lalu meninggal dunia. Menurutnya, sudah seharusnya partai politik pengusungnya segera mengakukan penggantinya.

“Agar ketika paripurna seperti ini tidak terjadi kekurangan dan kekosongan seperti ini,” ujarnya.

Melalui koordinasi dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang sudah digelar sebelumnya, Aluan menuturkan, pengurusan proses PAW memang bergantung sepenuhnya pada partai politik pengusung. Namun, bukan berarti tidak ada yg bisa dilakukan jajaran DPRD Kepri.

“DPRD harus proaktif dengan menyurati fraksi yang bersangkutan. Agar proses PAW ini bisa digesa. Mau sampai kapan terjadi kekosongan seperti ini,” kata Aluan.

Mendapat interupsi sedemikian, Ketua DPRD Provinsi Kepri, Jumaga Nadeak menerimanya secara terbuka. Sudah berulang kali juga, kata Jumaga, dirinya menanyakan hal yang sama kepada rekan-rekan fraksi dari partai politik pengusung.

“Sampai hari ini kami masih menunggu surat pemberhentian yang bersangkutan. Kalau Golkar, katanya mau menunggu 40 hari almarhum dulu,” ungkap Jumaga. (aya/bpos)

Respon Anda?

komentar