Tidak Ada Insentif untuk Guru Tahun Ini

2074
Pesona Indonesia

insentifbatampos.co.id – Tahun 2016 serupa jadi mimpi buruk buat guru-guru di Provinsi Kepulauan Riau. Defisit anggaran pemerintah daerah juga berimbas langsung dengan insentif yang bisa diterima saban bulan. Bukan sekadar terkena rasionalisasi alias pengurangan jumlah yang diterima. Tapi, tidak terima sepeser pun insentif mengajar tahun ini.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kepri, Yatim Mustafa juga tidak bisa berkata apa-apa. “Mau bayar pakai apa. Uangnya tak ada. Jadi mau bagaimana lagi. Kita memang benar-benar tak ada uang untuk itu. Dengan kata lain, insentif untuk guru-guru se-Kepri, tahun 2016 ini dihapuskan,” ungkap Yatim, kemarin.

Tahun 2016 ini, kata dia, ada 40 dari 200 kegiatan yang sudah direncanakan terpaksa harus ditiadakan pelaksanaannya. Jika nekat tetap dilaksanakan, dikhawatirkan bakal terjadi tunda bayar atau bahkan bisa gagal bayar.

Defisit anggaran Dinas Pendidikan Kepri ini juga, berimbas pada insentif itu. Yatim tidak bisa menyangkal bahwasanya setiap tahun jumlah anggaran yang mesti dialokasikan untuk pembayaran insentif guru tidak kurang dari Rp 89 miliar.

Yatim juga serba dilema. Banyak keluhan soal tidak dibayarnya insentif guru tahun ini. Namun ia sendiri juga tak berdaya karena kondisi keuangan Kepri saat ini memang sedang terpuruk.

Jadi, semua guru, se-Kepri tak bisa menerima insentif. Termasuk guru-guru yang ada di pulau-pulau terdepan. “Maaf sekali,” kata Yatim, “kita memang tak ada uang untuk membayarnya.”

Yatim sendiri, mengaku tak menginginkan kondisi ini. Masalahnya, kata dia, uang di kas sudah tak ada lagi. “Mau dibayar pakai anggaran apa lagi” katanya.

Perlu diketahui juga bahwa selama ini, Dinas Pendidikan hanya mengolah data guru dari masing-masing kabupaten dan kota. Adapun yang membayarkan insentif adalah Badan Kepegawaian Daerah (BKD) melalui Bank Syariah Mandiri (BSM).

“Jadi, mau bagaimana coba. Di sisi lain guru pada mengeluh. Mana insentif kami kok tak dibayar. Tapi pemerintah juga lagi tak punya uang. Ya mau atau tidak mau harus terima kondisi ini dengan lapang,” tutup Yatim. (aya/bpos)

Respon Anda?

komentar