Tips Puasa: Saat Sahur, Jangan Makan Terburu-buru

629
Pesona Indonesia

sahur

batampos.co.id – Bangun kesiangan saat sahur seringkali membuat orang yang hendak berpuasa makan secara terburu-buru. Padahal, makan terlalu cepat bisa menimbulkan berbagai masalah, khususnya lambung.

Dokter RS Petrokimia, dr Cita Budiarti, menuturkan bahwa makan terlalu cepat saat sahur akan membuat makanan tidak bisa hancur dengan sempurna.

Perempuan yang akrab disapa Cita itu menerangkan, saat berada di dalam mulut, makanan mengalami dua proses.

Yakni, penghancuran makanan menggunakan gigi atau proses mekanik dan kimiawi. Proses kimiawi yang terjadi di mulut adalah pemberian enzim pada makanan melalui ludah.

Makan terlalu cepat mengakibatkan enzim tidak terpapar sempurna pada makanan. Cita menjelaskan, proses kimiawi juga berfungsi mengubah karbohidrat menjadi gula.

Jika prosesnya tidak maksimal, kerja usus menjadi berat.

”Karena nanti juga terjadi pengubahan karbohidrat di usus,” jelasnya.

Jika makan terlalu cepat, udara juga bisa tertelan secara tidak sengaja. Akibatnya, asam lambung naik ke kerongkongan.

”Akhirnya terjadi sesak di daerah dada,” jelasnya. Selain proses kimiawi, ada proses mekanik yang terjadi di dalam mulut. Makan terlalu cepat membuat prosesnya tidak optimal.

Akibatnya, makanan yang ditelan kurang halus. Partikel makanan yang masih kasar akan memperberat kerja lambung. Selain itu, organ pencernaan bagian bawah akan terbebani.

”Itulah yang memicu munculnya masalah pada lambung karena (lambung) harus menghaluskan makanan lebih lama,” paparnya.

Kondisi itu akan mengganggu ibadah puasa. Sebab, jika telanjur parah, bisa muncul rasa perih pada bagian perut. ”Bisa juga terasa begah. Perut terasa tidak nyaman,” ujarnya.

Karena itu, dia menyarankan agar mengunyah makanan sampai halus. Sebab, puasa bisa terganggu jika terjadi masalah pada lambung.

”Jadi, jangan makan dengan terburu-buru,” katanya. Cita berpendapat, makanan harus dikunyah minimal 30–32 kali. (jpg)

Respon Anda?

komentar