Vandalisme di Monumen RHF

446
Pesona Indonesia
Kawasan Monumen Perjuangan Raja Haji Fisabilillah (RHF) di kawasan Tepi Laut Tanjungpinang yang jadi sasaran vandalisme. foto:fatih/batampos
Kawasan Monumen Perjuangan Raja Haji Fisabilillah (RHF) di kawasan Tepi Laut Tanjungpinang yang jadi sasaran vandalisme. foto:fatih/batampos

batampos.co.id – Monumen Perjuangan Raja Haji Fisabilillah (RHF) di kawasan Tepi Laut Tanjungpinang sudah cukup lama dibiarkan tidak terawat. Maksudnya, sudah lebih dari satu-dua tahun belakangan, tidak ada pembenahan terhadap sejumlah fasilitas yang rusak. Termasuk juga pembiaran terhadap praktik-praktik vandalisme berupa coret-coret di dinding monumen.

Hal ini membuat banyak orang gusar. Bahkan, Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tanjungpinang, Ade Angga menukas, bahwa praktik ini berlangsung lantaran adanya ketidakpekaan kolektif, baik itu pemerintahnya maupun masyarakatnya. “Pemko seharusnya bisa lebih peka. Apalagi ini berkenaan dengan perusakan fasilitas umum,” kata Ade Angga, kemarin.

Sejauh ini, pintu masuk ke area monumen RHF terkunci. Entah sudah untuk sekian lama. Namun, coretan yang ada di sekeliling tapak dasar monumen sudah tidak terhitung lagi jumlahnya. Tidak ada yang pernah tahu sejak kapan ada di sana. Apalagi pelaku vandalisme semacam ini juga tidak pernah ada penindakannya.

Memang, kata Ade Angga, tidak mungkin petugas yang berjaga di sana selama 24 jam. “Tapi kan bisa diantisipasi dengan pemasangan CCTV dan diberi penerangan yang layak,” ujar Ketua DPD II Partai Golkar Tanjungpinang ini.

Bila jajaran pemerintah daerah tidak juga peka untuk memerhatikan kondisi monumen kebanggaan yang dibangun tahuhn 1998 ini, kata Ade Angga, tentu menjadi kontradiksi dimana ingin menabalkan Tanjungpinang sebagai kota pariwisata. (muf/bpos)

Respon Anda?

komentar