Tidak Memiliki Tanda Tera Sah, SPBU di Batamcenter Ini Terancam Ditutup

705
Pesona Indonesia
Petugas gabungan Kepolisian, Disperindag, BPH Migas, Badan Meterolog melakukan penyegelan mesin pompa di SPBU Jalan Raya Bandara yang tidak lengkapi Tera, Rabu (22/6). F Cecep Mulyana/Batam Pos
Petugas gabungan Kepolisian, Disperindag, BPH Migas, Badan Meterolog melakukan penyegelan mesin pompa di SPBU Jalan Raya Bandara yang tidak lengkapi Tera, Rabu (22/6). F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Lantaran tak memiliki tanda tera sah yang berlaku, Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) 14.294734 yang beroperasi di ruas jalan Hang Tuah Batamcenter terancam ditutup dan pengelola terancam pidana.

Hal itu terjadi menyusul hasil sidak dari Direktorat Meterologi, Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas), Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Energi Sumber Daya Mineral (Disperindag ESDM) serta Kepolisian didapati dua Pump Island (Pulau Pompa) di SPBU tersebut menggunakan alat baru yang belum dilaporkan ke Meterologi.

Kasi Pengawasan BPH Migas, Dedy Wijaya mengatakan walau kemungkinan besar ditutup, kasus tersebut akan masih menunggu proses hukum yang akan berjalan. “Kemungkinan besar ditutup, karena ini sudah pidana, Karena membuka segel itu melanggar undang-undang. Tapi ini tergantung BAP pihak yang berwajib,” terangnya, di sela-sela sidak.

Menurutnya sebelum sidak kali ini di SPBU tersebut pernah dilakukan pembinaan baik oleh BPH Migas maupun Meterologi lantaran terjadi Losses yang begitu tinggi pada bulan Januari. Namun yang terjadi malah pihak SPBU mengganti alat ukur ytanpa memberitahu pihak meterologi.

“Harusnya mereka kasih tahu supaya sekalian di kalibrasi. Aturan di meterologi alat ukur sebelum dikalibrasi tak boleh dilakukan untuk berniaga,” ujarnya.

Lanjut dia, Pertamina sebagai pihak yang menyalur BBM di SPBU tersebut harusnya melakukan pengawasan juga pembinaan. Akibat kejadian tersebut pihaknya akan menegur pertamina.

“Inikan rantai distribusinya pertamina, kalau nggak banyak kejadian sperti ini. Yang untung pengusahanya yang rugi masyarakat,” ujarnya lagi.(cr13)

Respon Anda?

komentar