Bank Riau Kepri Serahkan CSR Rp 1 M untuk Pemenuhan Alat Kesehatan

916
Pesona Indonesia
Direktur Dana dan Jasa Bank Riau Kepri, Nizam Putih menyerahkan bantuan Corporate Sosial Responsibility (CSR) kepada Pemko Tanjungpinang di Aula Bulang Linggi Badan Perpustakaan Arsip dan Museum (BPAM) Tanjungpinang, Rabu (22/6). F.Yusnadi/Batam Pos
Direktur Dana dan Jasa Bank Riau Kepri, Nizam Putih menyerahkan bantuan Corporate Sosial Responsibility (CSR) kepada Pemko Tanjungpinang di Aula Bulang Linggi Badan Perpustakaan Arsip dan Museum (BPAM) Tanjungpinang, Rabu (22/6). F.Yusnadi/Batam Pos

batampos.co.id – Bank Riau Kepri membuktikan perannya bagi kemajuan Kota Tanjungpinang. Rabu (22/6) kemarin, Bank Riau Kepri menyerahkan bantuan yang berasal dari dana Corporate Sosial Responsibility (CSR) kepada Pemerintah Kota (Pemko) Tanjungpinang, di Aula Bulang Linggi Badan Perpustakaan Arsip dan Museum (BPAM) Kota Tanjungpinang.

Direktur Dana dan Jasa Bank Riau Kepri, Nizam Putih mengatakan, bantuan yang diberikan merupakan dana CSR tahun 2014. Setelah melalui perundingan dengan Pemerintah Kota Tanjungpinang, kemudian disepakati dana tersebut diperuntukkan bagi pemenuhan alat kesehatan.

“Ada 18 item alat yang kami berikan, termasuk perangkat bagi penyandang disabilitas,” ujarnya.

Dalam waktu dekat di tahun 2016 ini, Bank Riau Kepri juga akan kembali menyerahkan bantuan dana CSR tahun 2015, dengan besaran sama, yaitu Rp 1 miliar. Sesuai pengajuan oleh Pemko Tanjungpinang, rencananya bantuan tersebut akan berbentuk pembuatan taman.

Begitu juga dengan bantuan CSR tahun 2016, bentuk peruntukkan dana CSR diserahkan kepada Wali Kota Tanjungpinang.

Besaran dana CSR yang diserahkan untuk tahun ke depannya, dikatakan Nizam tidak stagnan. “Bisa saja naik untuk tahun selanjutnya,” ujarnya.

Bentuk kepedulian Bank Riau Kepri kepada Kota Tanjungpinang tidak kaku hanya melalui bantuan dana CSR. Melainkan melalui bentuk lain, seperti menyediakan kredit usaha rakyat (KUR), serta memberikan pelatihan bagi pengusaha kecil.

“Kami selalu berusaha supaya roda perekonomian di Kota Tanjungpinang tetap berjalan. Karena jika hanya mengandalkan APBD, tidaklah cukup,” ujarnya. (Lra/bpos)

Respon Anda?

komentar