Weleh..Minyak Tanah Ditukar Dengan Minuman Kaleng

532
Pesona Indonesia
Belasan jerigen minyak tanah yang diamankan Sat  Polair saat akan dibawa ke Guntung. foto:sandi/batampos
ilustrasi penyelundupan minyak tanah foto:sandi/batampos

batampos.co.id – Berprofesi sebagai nahkoda kapal, membuat Agus Tami harus terlibat dalam masalah hukum. Ia kini berstatus terdakwa dengan perkara kerusakan lingkungan akibat kegiatan pertambangan (mineral, batubara), minyak dan gas bumi.

Dalam sidang yang beragendakan pemeriksaan terdakwa, Agus Tami mengaku tak mengerti masalah perizinan. Pada kasusnya, terdakwa telah melakukan pengangkutan minyak tanah tanpa izin, yang total barang bukti mencapai 1404 liter minyak tanah.

“Saya cuma ditugasi bos antar barter-an ke kapal-kapal yang mau bagi minyak tanahnya. Soal izin, saya tidak mengerti karena sudah bertahun-tahun saya bekerja seperti ini,” ujarnya.

Lanjutnya, minyak tanah yang didapati dari pihak kapal itu, nantinya akan dijual ke masyarakat di Tanjunguma. “Saya bawa barang-barang dari bos seperti rokok, makanan, juga beberapa uang dolar Singapura untuk ditukarkan dengan minyak tanah pemilik kapal,” aku terdakwa.

Sesuai dakwaan, terdakwa ditangkap di perairan Batuampar oleh polair Polresta Barelang, (3/3) lalu. Di kapal pompong yang dibawa terdakwa, terdapat 42 jiregen minyak tanah yang baru selesai diambilnya dari MT Puteri Aura.

Minyak tanah tersebut dibarter dengan rokok sebanyak lima slop, minuman kaleng soya lima kes, sunkis tiga kes, dan uang 100 dolar Singapura. Transaksi terjadi di perairan Out Port Limited (OPL) Timur perbatasan Kepri.

“Perbuatan terdakwa diancam dengan pelanggaran pasal 53 huruf b atau d undang-undang nomor 22 tahun 2001 tentang minyak dan gas bumi, atau pasal 480 ke-1 KUHP, dengan ancaman 5 tahun penjara dan denda maksimal Rp 5 miliar,” terang JPU Andi Akbar.

Usai pemeriksaan terdakwa, sidang selanjutnya dilanjutkan pekan depan dengan agenda tuntutan. (cr15)

Respon Anda?

komentar