Investasi Meningkat, BP Batam Yakin Shipyard Akan Kembali Menggeliat

1951
Pesona Indonesia
Tanjunguncang, pusat industri galangan kapal terbesar di Indonesia. Kawasan ini berpotensi menjadi salah satu zona KEK, sehingga industri di sana tak perlu lagi relokasi. Foto: istimewa
Tanjunguncang, pusat industri galangan kapal terbesar di Indonesia. Kawasan ini berpotensi menjadi salah satu zona KEK, sehingga industri di sana tak perlu lagi relokasi. Foto: istimewa

batampos.co.id – Industri galangan kapal (shipyard) di Batam sangat rentan terhadap perkembangan zaman. Harga komoditas seperti batubara dan minyak dunia yang turun memberikan imbas yang cukup besar. Saat ini, ada 114 galangan kapal yang masih bertahan di Batam, namun hanya segelintir yang dapat proyek.

“BP Batam memiliki tanggung jawab untuk menarik investasi sebanyak mungkin termasuk shipyard,” ujar Anggota Deputi 5 BP Batam, Gusmardi Bustami, Selasa (21/6) saat acara buka puasa bersama media di Radisson Hotel.

Ia masih yakin usaha shipyard akan terus membaik, pasalnya pada triwulan 2016, terjadi peningkatan investasi sebesar 9 persen, dimana Batam mendapatkan 62 proyek baru dengan nilai mencapai 391 juta Dollar AS.

Arah kebijakan pemerintah untuk mengembangkan industri shipyard nasional juga sangat mendukung untuk Batam. “Industri ini punya peranan strategis makanya, perlu penguatan industri shipyard dan penguatan industri komponen pendukung shipyard,” jelasnya.(leo)

Respon Anda?

komentar