Disebut Lembek pada Cina, Jokowi Langsung ke Natuna, Bahas Kedaulatan NKRI

2984
Pesona Indonesia
Presiden Joko Widodo. Foto: dok. jpnn
Presiden Joko Widodo. Foto: dok. jpnn

batampos.co.id – Kritikan pedas Guru Besar Hukum Internasional Universitas Indonesia (UI), Hikmahanto Juwana, yang menilai sikap Pemerintah RI terlalu lembek selama ini sehingga dimanfaatkan Cina untuk mengeruk kekayaan di Laut Natuna, Kepri, direspon Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Hari ini, Kamis (23/6/2016), orang nomor satu di Indonesia tersebut dijadwalkan berkunjung ke Natuna untuk melihat langsung situasi di gerbang utara Indonesia itu.

Baca Juga: Pemerintah Lembek, Cina Sengaja Masuki Natuna

Sekretaris Kabinet Pramono Anung mengatakan, kunjungan Presiden itu salah satunya terkait kasus klaim Cina terhadap sebagian wilayah laut Natuna.

Untuk itu, dalam kunjungannya itu Presiden membawa pesan bahwa perairan Natuna adalah wilayah Indonesia dan tak bisa diganggu gugat oleh negara manapun, termasuk Cina.

“Sebagai kepala pemerintahan, Presiden ingin menegaskan bahwa Natuna adalah kedaulatan Indonesia,” kata Pramono di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (22/6/2016).

Baca Juga: Pangarmabar: Kapal Penjaga Pantai Cina Provokatif, Tapi Kami Tak Takut

Pramono menjelaskan, Presiden didampingi Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, dan Kapolri Jenderal Badrodin Haiti.

“Presiden ingin menegaskan Natuna adalah NKRI, dan itu sudah final,” kata Pramono.

Baca Juga: Waspada! Cina Tahu Cadangan Migas Natuna Terbesar di Dunia

Menko Polhukam Luhut Binsar Panjaitan membenarkan rencana kunjungan Presiden Jokowi ke Natuna tersebut. Menurut dia, Presiden Jokowi ingin melihat kondisi Natuna secara langsung.

“Nanti setelah lihat, kita rapat nanti kita tahu apa yang kita mau ngomong,” ujar Luhut.

Baca Juga: Cina Klaim Nelayannya Tertembak, Jokowi: Pertahankan Kedaulatan RI di Natuna

Luhut mengaku belum mengetahui secara pasti apa saja yang akan disampaikan dan menjadi arahan Presiden kepada para pembantunya besok.

“Tadi Presiden sampaikan setelah tinjau kita akan berikan keterangan di sana,” ucapnya.

Baca Juga: Cina Langgar Kedaulatan RI di Natuna, Luhut: Kita Tegas tapi Tetap Berteman

Sementara Komandan KRI Imam Bonjol Mayor Laut Ali Setiandy menyebutkan pihaknya sudah melaksanakan operasi selama lima hari di Laut Natuna dan Laut Cina Selatan.

Dari informasi yang didapat di lapangan, Presiden juga akan melakukan penenggelaman kapal-kapal nelayan Cina yang ditangkap dalam kasus illegal fishing. (Jaylani/aulia/jpgrup)

Baca Juga:
> China Terus Menggoda, 11 Kapal Curi Ikan di Wilayah Natuna, 1 Tertangkap
> Hamid Rizal : China Sudah Lama Menyusup ke Natuna
> TNI AL Kerahkan Armada Tempur ke Laut Natuna

Respon Anda?

komentar