Jokowi Kunjungi Natuna, Nurdin Berharap Percepatan Pembangunan

1014
Pesona Indonesia
Nurdin meninjau kepala Cina tangkapan TNI AL di Selat Lampa, Natuna. Foto: istimewa
Nurdin meninjau kepala Cina tangkapan TNI AL di Selat Lampa, Natuna. Foto: istimewa

batampos.co.id – Gubernur Kepri, Nurdin Basirun mengatakan kehadiran Presiden di Natuna akan semakin memotivasi masyarakat Kepri, khususnya Natuna dan Anambas, untuk menjaga kedaulatan NKRI.

Baca Juga: Disebut Lembek pada Cina, Jokowi Langsung ke Natuna, Bahas Kedaulatan NKRI

Menurut Nurdin, kedatangan Presiden untuk menegaskan kepada dunia luar, bahwa Natuna merupakan bagian dari Indonesia.

“Bapak Presiden datang ke Natuna bersama dengan beberapa Menteri Kabinet. Tentu ini, menjadi momentum bagi kita untuk mendapatkan dukungan terkait pembangunan daerah terdepan,” ujar Nurdin usai meninjau kapal-kapal Cina yang ditangkap KRI Imam Bonjol di Pangkalan AL Penagi, Natuna, Rabu (22/6/2016).

Baca Juga: Pemerintah Lembek, Cina Sengaja Masuki Natuna

Menurut Nurdin, Presiden Jokowi yang langsung memimpin Rapat Terbatas (Ratas) percepatan pembangunan di Natuna. Rapat yang rencananya digelar di atas KRI Imam Bonjol itu akan dihadiri sejumlah menteri.

“Seperti kita ketahui, di Natuna akan dibangun pangkalan militer. Sebagai upaya untuk mempertahankan Natuna. Yakni merupakan wilayah kedaulatan NKRI,” jelas Nurdin.

Baca Juga: Pangarmabar: Kapal Penjaga Pantai Cina Provokatif, Tapi Kami Tak Takut

Rabu (22/6/2016) kemarin, Nurdin juga meninjau KRI Imam Bonjol di Pelabuhan Selat Lampa, Natuna, yang akan dijadikan tempat rapat Presiden.

Di KRI Imam Bonjol, Nurdin sempat meninjau fasilitas dan sejumlah ruang kapal. Setelah itu, Nurdin dan rombongan mendapat penjelasan dari Komandan KRI Imam Bonjol Mayor Laut Ali Setiandy dan Palaksa KRI Imam Bonjol, Mayor Aria Candrayuda.

Baca Juga: Waspada! Cina Tahu Cadangan Migas Natuna Terbesar di Dunia

Dalam peninjauan itu, Nurdin juga didampingi Bakorkamla RI Laksamana Pertama TNI Freddy R. D. Egam, anggota DPRD Kepri Tawarich, Wakil Bupati Natuna Ngesti Yuni dan pihak Kementerian Pertahanan.

Nurdin berharap, dengan kehadiran Jokowi percepatan pembangunan berbagai fasilitas untuk menjaga kedaulatan negara semakin banyak di Natuna. Juga termasuk di wilayah perbatasan. Dia menyebut, di Kepri terdapat 19 pulau yang berbatasan langsung dengan negara tetangga.

Baca Juga: Cina Klaim Nelayannya Tertembak, Jokowi: Pertahankan Kedaulatan RI di Natuna

Ditambahkan Nurdin, selain pembangunan di bidang pertahanan, sektor lain yang harus dikembangkan dan perlu dukungan penuh pemerintah pusat ialah sektor perikanan. Karena potensi Natuna sangat besar.

“Perlu kerja keras dan keikhlasan sebagai modal untuk melaksanakan pembangunan daerah,” kata Nurdin.

Baca Juga: Cina Langgar Kedaulatan RI di Natuna, Luhut: Kita Tegas tapi Tetap Berteman

Nurdin sendiri berkunjung ke Natuna dalam rangka menyerap langsung aspirasi masyarakat. Kunjungan yang direncanakan hingga Rabu 22 Juni ini diperpanjang seiring dengan rencana kedatangan Presiden Jokowi hari ini.

Dia berharap, kunjungan Presiden ke Natuna hari ini semakin meningkatkan rasa nasionalisme warga Natuna. “Tingkatkan wawasan bela negara dan kecintaan Tanah Air meliputi keamanan,” kata Nurdin.

Baca Juga: Menteri Susi Puji Tindakan Tegas TNI AL di Natuna,…Jalesveva Jayamahe

Terpisah, Kabag Humas Pemkab Natuna Helmi Wahyuda, menyebutkan agenda utama kunjungan Presiden hari ini adalah membahas dan memantau percepatan pembangunan wilayah perbatasan.

“Pemerintah daerah sudah menerima surat dari Istana, besok (hari ini, red) Pak Presiden ke Natuna,” kata Yuda, Rabu (22/6/2016).

Agendanya presiden dan rombongan setibanya di bandara Lanud Ranai langsung menuju Pelabuhan Penagi dan melakukan rapat pembahasan percepatan pembangunan perbatasan dan poros maritim di Natuna. Rapat akan digelar di atas KRI Imam Bonjol.

“Rencananya, setelah pertemuan di KRI, Presiden akan meninjau Masjid Agung Natuna dan membagikan sembako kepada masyarakat,” kata Yuda. (Jaylani/aulia/jpgrup)

Baca Juga:
> China Terus Menggoda, 11 Kapal Curi Ikan di Wilayah Natuna, 1 Tertangkap
> Hamid Rizal : China Sudah Lama Menyusup ke Natuna
> TNI AL Kerahkan Armada Tempur ke Laut Natuna

Respon Anda?

komentar