Jokowi Minta Natuna Fokus Pengembangan Migas, Perikanan, dan Penguatan Pertahanan

1187
Pesona Indonesia
Ilusrrasi migas. Foto: istimewa
Ilusrrasi migas. Foto: istimewa

batampos.co.id – Tiba di Natuna, Kamis (23/6/2016) pukul 09.50 WIB, Presiden Joko Widodo langsung menuju KRI Imam Bonjol 383 di Pelabuhan Penagi. Di kapal yang sebelumnya dipakai mengejar kapal nelayan Cina itu, Jokowi menggelar rapat terbatas yang berlangsung sekitar 1 jam.

Baca Juga: Jokowi Kunjungi Natuna, Nurdin Berharap Percepatan Pembangunan

Poin penting dari rapat itu antara lain, Jokowi meminta semua kementerian terkait bekejasama dengan Pemerintah Provinsi Kepri dan Pemkab Natuna fokus mengembangkan perekonomian di Natuna yang bertumpu pada dua sektor. Yakni, Migas dan Perikanan.

Jokowi meminta pembangunan dua sektor ini dipercepat, mengingat potensi Migas dan perikanan Natuna luar biasa besar.

Baca Juga: Disebut Lembek pada Cina, Jokowi Langsung ke Natuna, Bahas Kedaulatan NKRI

Menteri ESDM Sudirman Said yang hadir di rapat tersebut menyebutkan, saat ini perairan Natuna ada 16 blok migas. Dari jumlah itu, baru 5 blok yang sudah berproduksi, sementara 11 blok masih proses eksplorasi.

Baca Juga: Pemerintah Lembek, Cina Sengaja Masuki Natuna

Cadangan gas untuk Blok D-Alpha saja mencapai 222 trillion cubic feet (TCF) dan gas hidrokarbon yang bisa didapat sebesar 46 TCF, menjadikan blok ini salah satu sumber terbesar di Asia.

“Iya, presiden memang meminta potensi ekonomi di Natuna dikembangkan secara serius, terutama sektor migas dan perikanan,” ujar Menteru Luar Negeri, Retno Marsudi, yang kut dalam pertemuan tersebut.

Baca Juga: Pangarmabar: Kapal Penjaga Pantai Cina Provokatif, Tapi Kami Tak Takut

Hadir juga Menko Polhukam Luhut Pandjaitan, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo,  Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, Menteri ESDM Sudirman Said, KSAL Laksamana Ade Supandi, Seskab Pramono Anung, dan Kepala Bappenas Sofyan Djalil.

Di sektor perikanan, Menteri Susi menyampaikan pihaknya akan mengembangkan sektor perikanaan secara terpadu.

“Nanti akan ada sentra kelautan dan perikanaan secara terpadu,” ujar Susi.

Baca Juga: Waspada! Cina Tahu Cadangan Migas Natuna Terbesar di Dunia

Tak hanya soal pengembangan potensi ekonomi sektor migas dan perikanan, Jokowi juga meminta Panglima TNI memperhatikan keutuhan NKRI di Natuna. Jokowi tak ingin wilayah Indonesia dicaplok negara manapun.

Panglima TNI sendiri dalam pemaparannya, kata Retno, telah menyampaikan berbagai program penguatan pertahanan di Nauna yang kaya migas dan ikan itu. Salah satunya, terkait rencana menjadikan Natuna sebagai salah satu pangkalan militer.

Baca Juga: Cina Klaim Nelayannya Tertembak, Jokowi: Pertahankan Kedaulatan RI di Natuna

Usai rapat, Jokowi bersama sejumlah menteri bekesempatan meninjau perairan Natuna sambil berbincang dengan KSAL Laksamana Ade Supandi.

Jokowi juga sempat melihat kapal nelayan Cina yang berhasil diamankan oleh TNI AL dari Koarmabar.

Baca Juga: Cina Langgar Kedaulatan RI di Natuna, Luhut: Kita Tegas tapi Tetap Berteman

Usai meninjau perairan Natuna, Jokowi kembali ke darat dan menyempatkan diri menyaksikan pembagian 1000 paket sembako di Kampung Penagi, Ranai.

Setelah itu, Jokowi dan rombongan menyempatkan diri salat zuhur di Masjid Agung Natuna sebelum kembali ke Jakarta menggunakan pesawat Boeing 737-400 TNI Angkatan Udara

Selama di Natuna, Jokowi juga didampingi GUbernur Kepri Nurdin Basirun. (kontributor 3/aulia/nur)

Baca Juga:
> China Terus Menggoda, 11 Kapal Curi Ikan di Wilayah Natuna, 1 Tertangkap
> Hamid Rizal : China Sudah Lama Menyusup ke Natuna
> TNI AL Kerahkan Armada Tempur ke Laut Natuna

Respon Anda?

komentar