Pemda Ini Lelang 21 Unit Mobil Dinas, Silakan yang Berminat…

1245
Pesona Indonesia
Pemenang lelang saat mengecek kendaraannya untuk dibawa pulang, kemari. Foto RIO/BE/jpg
Pemenang lelang saat mengecek kendaraannya untuk dibawa pulang, kemari. Foto RIO/BE/jpg

batampos.co.id – Lelang mobil dinas milik Pemerintah Provinsi Bengkulu tahap pertama telah selesai, Rabu (22/6) kemarin.

Dari 52 unit mobnas yang dilelang, hanya 31 unit yang laku, sedangkan 21 unit lainnya tidak laku hingga lelang selesai.

Banyaknya mobnas yang tak lalu itu disinyalir karena mahalnya limit harga yang ditentukan pemprov dan kondisi kendaraan dalam rusak berat.

“Ada 21 unit yang belum diminta oleh peserta lelang. Mungkin harganya kemahalan,” kata Pelaksana tugas (Plt) Kepala Biro Umum Setdaprov, Ferry Ernez Parera SSTP MSi kepada BE (Jawa Pos Group) usai lelang.

Proses lelang sendiri berjalan dengan singkat, karena panitia lelang yang telah bekerjasama dengan Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) ini hanya menunjuk 5 orang peserta yang siap menawar 1 unit mobnas.

Dimana 5 orang ini berupaya mempertahankan mobnas yang diminatinya sampai dengan penawaran tertinggi dari limit harga.

Nomor urut mobnas sebagai identitas mobil yang diminta juga bukan sebagai patokan untuk pemanggilan mobnas yang akan dilelang. Karena panitia lelang juga terkadang meyebutkan identitas mobnas dengan nomor plat atau BD mobnas.

Hal itu juga kadang membingungkan peserta yang telah meminati mobnas yang akan ditawarkan. “5 orang diberikan penawaran di atas limit. Peserta harus bertahan dan bersaing harga dengan calon lainnya,” bebernya.

Mobnas terjual sendiri, mulai dari harga terendah Rp 10 juta hingga termahal Rp 106 juta per unit. Sedangkan limit harga sendiri mulai dari Rp 10 juta hingga Rp 80 juta. Total yang telah didapatkan dari hasil lelang mobnas ini mencapai Rp 1,1 miliar.

“Mobnas jenis Kijang Innova yang termahal terjual dan termurah mobil pick-up,” ungak Ferry.

Sementara itu, untuk 21 mobnas yang tidak laku, direncanakan akan dilakukan lelang pada tahap ke dua berbarengan dari 23 unit dari 75 unit mobnas yang telah mendapatkan Surat Keputusan (SK) lelang. Ketika tidak juga laku, maka proses lelang akan dihapuskan dan diganti dengan penjualan bebas.

“Prosesnya akan dilelang terus. Kalau tidak laku juga, nanti kita tawarkan saja secara bebas, siap yang berminat silahkan dibayar,” terang Ferry.

Sementara itu, Warsito (37) warga Desa Jayakarta Kecamatan Talang Empat Kabupaten Bengkulu Tengah yang mendapatkan mobnas cukup mahal dengan kondisi mobnas yang rusak parah. Harga yang didapatkan sendiri mencapai Rp 21 juta dari harga limit Rp 17 juta. Selain rusak parah, mobnas yang didapatkan juga tidak memiliki surat-surat kendaraan, seperti BPKB dan STNK.

“Jadilah, nanti mau saya buat ngakut sawit saja,” singkat Warsito. (jpg)

Respon Anda?

komentar