Pelaku Lakukan Rekonstruksi, Adegan Ketiga Sri Meninggal Dihantam Palu

956
Pesona Indonesia
Danang Wijiyanto tersangka pembunuhan Sri melakukan rekontruksi di Tembesi Pos, Sagulung dengan pengawalan ketat oleh Polisi, Rabu (22/6). F Dalil Harahap/Batam Pos
Danang Wijiyanto tersangka pembunuhan Sri melakukan rekontruksi di Tembesi Pos, Sagulung dengan pengawalan ketat oleh Polisi, Rabu (22/6). F Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Danang Wijiyanto, 23, pelaku pembunuhan melakukan 16 adegan ulang, dalam rekontruksi pembunuhan majikannya bernama Sri Rahayu, 46, di Kampung Tua Tembesi Lestari RT 3 RW 13 Nomor 8, Selasa (24/5) lalau.

Sebanyak 16 adegan diperagakan oleh Danang dalam rekontruksi pembunuhan Sri. Pada adegan ketiga Sri meninggal karena dihantam palu dibagian kepala sebanyak lima kali.

Rekonstruksi tersebut dilakukan oleh Polsek Sagulung, bersama Tim Identifikasi Polresta Barelang dan disaksikan oleh Kejaksa Negeri Batam, Rabu (22/6) pukul 11.00 WIB, di rumah kontrakan korban.

Rekonstruksi yang dilakukan turut disaksikan oleh ratusan warga setempat. Saat pelaku dikeluarkan dari dalam mobil Kijang Inova berwarna biru donker dengan nomor polisi BP 1253 TB tersebut, warga serentak berteriak menghujat pelaku dengan makian kasar.

Pelaku langsung diarahkan oleh anggota kepolisan untuk melakukan adegan sesuai dengan runtutan kejadian. Pertama kali pelaku masuk ke rumah korban dan dimintai untuk memperbaiki pintu belakang rumah yang rusak.

Adegan ketiga pelaku nekad membunuh korban karena dipicu sakit hati, lantara korban selalu menagih hutang kepada dirinya sebesar Rp 3.750 juta. Pada adegan itu Danang yang memegang sebuah palu sedang memperbaiki pintu lansung memukuli korban dibagian kepala belakang dua kali, setelah korban terjatuh pelaku kembali memukuli kepala bagian depan korban sebanyak tiga kali.

Setelah membunuh majikannya itu, Danang kemudian masuk ke dalam kamar dan mengambil harta milik korban, yakni mas, ponsel dan uang tunai, setelah itu langsung melarikan diri.

Kapolsek Sagulung AKP Chrisman Panjaitan mengatakan, rekontruksi yang dilakukan sebanyak 16 adegan yang diperagakan oleh pelaku, bagian ketiga lah pristiwa pembunuhan itu terjadi hingga korban meningga dunia di tempat.

“Dari sini sudah nampak dan sudah bisa kita rampungkan berkasnya dan akan segera kita limpahkan Kejaksaan Negeri Batam, untuk segera ditindak lanjuti,” ujar Chrisman saat mengikuti jalannya proses rekontruksi, kemarin.

Chrisman mengatakan atas perbuatannya pelaku dikenakan pasalnya 338 dan 365 ayat ke-3 junto 351 ayat ke-3 dimana korban dianiaya mengakibatkan meninggal dunia dan juga pencurian, dengan acaman maksimal 15 tahun penjara.

Seperti pemberitaan sebelumnya, korban ditemukan meninggal dua hari pada, Selasa (24/5) oleh tentangga. Polisi yang sudah mengetahui kejadian itu barulah melakukan pengejaran untuk menangkap pelaku. Pada Kamis (26/5) akhirnya pelaku berhasil ditangkap di rumah rekannya di Jembatan empat Barelang, saat ditangkap pelaku sempat melawan akhirnya kedua kaki pelaku dilumpuhkan. (cr14)

Respon Anda?

komentar