Rig di Perairan Bintan Ganggu Pelayaran Saat Cuaca Buruk

552
Pesona Indonesia
Tiga unit rig di perairan Bintan yang dianggap mengancam pelayaran feri domestik. foto:jailani/batampos
Tiga unit rig di perairan Bintan yang dianggap mengancam pelayaran feri domestik. foto:jailani/batampos

batampos.co.id – Keberadaan tiga unit rig untuk pengeboran minyak di perairan Bintan mulai dikeluhkan. Karena mengganggu jalannya pelayaran disaat cuaca buruk. Sampai saat ini, Pemerintah Provinsi Kepri tidak pernah mengeluarkan izin pemanfaatan laut untuk parkirnya rig tersebut.

“Sekarang cuaca sedang tidak bersahabat. Seperti hari ini (kemarin) terjadi hujan badai. Sehingga jarak pandang terbatas,” ujar Kapten Kapal tujuan Tanjungpinang ke Telagapunggur, Batam, Rabu (22/6).

Kapten kapal yang enggan namanya dikorankan tersebut mengeluhkan keberadaan tiga unit rig pengeboran minyak yang parkir di perairan Bintan (antara Tanjungpinang-Batam). Menurutnya, keberadaan rig tersebut berpotensi menyebabkan terjadinya kecelakaan lalu lintas laut, ketika cuaca sedang buruk.

“Kita minta pemerintah daerah memperhatikan persoalan ini. Kalau perlu dipindahkan ke lokasi lain, karena mengancam keselamatan,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Perhubungan Laut (Dishub) Kepri, Aziz Kasim Djou ketika dikonfirmasi terkait persoalan ini mengatakan, Pemerintah Daerah dalam hal ini Pemprov Kepri tidak pernah mengeluarkan izin pemanfaatan laut untuk parkir rig tersebut.

“Sesuai UU Nomor 23 Tahun 2014, seharusnya kewenangan untuk menerbitkan Izin Pemanfaatn Laut adalah Pemerintah Daerah. Karena masih dalam radius 21 mil,” ujar Aziz, kemarin.

Diakuinya, ada tiga unit rig yang diparkir di perairan Bintan. Diakuinya kalau laluan tersebut merupakan daerah intensitas tinggi terkait lalu lalang kapal. Yakni untuk tujuan Tanjungpinang-Punggur, Batam.

“Ini yang masih kita uraikan persoalannya. Karena yang mengeluarkan izin untuk parkirnya rig tersebut adalah Satker Kemenhub,” sebut Aziz.

Dari informasi yang didapat dilapangan, parkirnya tiga unit rig tersebut bukan sedang dalam proses perbaikan. Melainkan tidak adanya project yang bisa dikerjakan. Sehingga rig tersebut menganggur. Dan sudah hampir setengah tahun terparkir disana.(jpg/bpos)

Respon Anda?

komentar