Waspadai Makanan Kedaluwarsa

581
Pesona Indonesia
(ilustrasi)
(ilustrasi)

batampos.co.id – Untuk mengantisipasi agar makanan dan minuman yang sudah kedaluwarsa tidak dijual lagi di toko dan swalayan serta di pasaran, pihak kepolisian di jajaran Polres Karimun melakukan penertiban di lokasi yang banyak menjual makanan dan minuman.

”Sejak beberapa hari lalu, selain melakukan pengamanan di pasar tumpah, tempat keramaian dan masjid kita juga melakukan penertiban terhadap pasar rakyat, swalayan besar dan kecil yang ada di wilayah kerja kita untuk memastikan bahwa tidak ada barang-barang, seperti makanan dan minuman yang dijual masih layak untuk di konsumsi. Artinya, bukan makanan dan minuman yang sudah kedaluwarsa,” ujar Kapolsek Tebing, AKP AKP Andi Amir Wahyudi, Rabu (22/6).

Penertiban yang dilakukan Polsek Tebing, katanya, tidak hanya melibatkan institusi kepolisian. Tetapi juga melibatkan petugas medis dari puskesmas setempat. Karena, berhubungan dengan masalah kesehatan, tentunya yang lebih memahami adalah petugas kesehatan. Dari pelaksanaan penertiban yang dilakukan pihaknya menemukan ada tiga toko di Tebing dan satu toko di Jalan Poros yang masih menjual makanan dan minuman yang sudah berakhir masa penggunannya atau kedaluwarsa.

”Kita menemukan roti, baik dalam kemasan plastik dan juga ada yang di dalam kaleng, tepung terigu sudah habis waktu penggunannya. Kita meminta kepada pengelola tempat selalu melakukan pengecekan, sehingga tidak merugikan konsumen. Terhadap barang-barang yang sudah habis masa berlakunya, kita minta untuk disimpan. Jika tidak dikembalikan ke distributor, maka akan kita sita dan musnahkan,” paparnya.

Polsek Meral juga melakukan hal yang sama selama bulan suci Ramadan ini telah melakukan penertiban di toko dan swalayan mini yang ada Kecamatan Meral. ”Kita hanya menemukan beberapa bungkus permen yang masih dipajang di salah satu swalayan di Baran. Terhadap temuan ini, kita hanya memberikan teguran kepada pengelola swalayan. Dalam melakukan penertiban ini, pihaknya kesulitan. Sebab dinas perdagangan kabupaten tidak lagi bisa melakukan hal seperti ini, melainkan dinas terkait di porvinsi,” jelas Kanit Reskrim Polsek Meral, Aiptu Hendriansyah. (san/bpos)

Respon Anda?

komentar