121 Terduga Teroris Ditembak Mati, Ini Kata Komjen Tito

899
Pesona Indonesia
Anggota Densus 88. Foto: istimewah
Anggota Densus 88. Foto: istimewah

batampos.co.id – Saat fit and proper test di Komisi III DPR RI, calon Kapolri Komjen Tito Karnavian juga banyak mendapat pertanyaan terkait isu terorisme.

Anggota Fraksi Partai Nasdem Taufiqulhadi yang menanyakan isu penanganan terorisme yang dinilai tidak efektif. Anggota Fraksi PPP Arsul Sani juga mempertanyakan konsep penegakan hukum pidana dalam kasus terorisme yang terabaikan, karena lebih cenderung melakukan eksekusi terhadap tersangka.

”Apakah criminal by justice masih berlaku dalam kasus terorisme, atau memang tetap seperti sekarang,” kata Arsul.

Menjawab isu terorisme, Tito menyatakan hilangnya nyawa manusia sudah terjadi sejak dulu. Polri khususnya Densus 88 selalu mengedepankan penegakan hukum. Namun, mengapa tetap ada 121 orang yang mati karena penindakan terorisme? Tito menyatakan hal itu disebabkan persoalan taktis di lapangan.

”Saat ada ancaman yang membahayakan petugas atau rakyat, tidak ada pikiran lain selain membela negara. Para pelaku juga cenderung melawan, karena jika mati, mereka masuk surga,” ujar Tito.

Menurut Tito, jangan hanya melihat jumlah yang meninggal. Dia menyatakan masih ada 900-an orang yang bisa tertangkap hidup-hidup dalam penindakan terorisme. Tito juga sependapat bahwa kontrol terhadap anggota Densus harus ketat, namun menolak jika harus dibentuk dewan pengawas Densus 88.

”Mekanisme pengawasan saat ini sudah memadai, ada irwasum, propam, komnas ham, media. Jangan kita euforia menambah dewan pengawas yang tak perlu hadir,” ujarnya.

Dengan ditetapkannya Tito sebagai calon Kapolri, maka proses selanjutnya di DPR tinggal menunggu penetapan di sidang paripurna DPR. Bambang menyatakan, sidang paripurna penetapan Tito sebagai Kapolri akan dilaksanakan pada Senin (27/4/2016) mendatang.

Sementara, saat disinggung siapa perwira tinggi (pati) polisi yang bakal mendampinginya sebagai Wakapolri, Tito belum mau banyak berkomentar. Dia mengaku belum memikirkan pati yang pas sebagai calon orang nomor dua di tubuh Polri itu. ”Dilantik (kapolri) saja belum,” ungkapnya saat konferensi pers di The Dharmawangsa, Jakarta.

Tito pun sudah dinanti banyak tugas berat. Anggota Komisi III DPR, Junimart Girsang, meminta Tito memberantas mafia di tubuh Polri jika sudah resmi menjadi Kapolri.

“Setelah menjadi Kapolri, saya meminta kepada saudara untuk membasmi para polisi yang menjadi mafia,” kata Junimart saat fit and proper test Tito di gedung Nusantara II, Senayan, Jakarta, Kamis (23/6/2016).

Junimart sendiri mengaku mengetahui sejumlah oknum polisi yang menjadi mafia. Satu di antaranya seorang perempuan (polwan). Informasi ini bahkan pernah disampaikannya langsung ke Tito ketika masih menjabat Kapolda Metro Jaya.

“Nah sudah saatnya dibuktikan kalau calon Kapolri nantinya menjadi Kapolri, ” kata Junimart.

Menurut Junimart, sepak terjang mafia perempuan ini sangat luar biasa. Banyak kasus yang berhenti jika di tangannya.

“Nanti setelah menjadi Kapolri saya akan menyampaikan data mereka,” janji Junimart. (bay/tyo/jun/sof/jpgrup)

Respon Anda?

komentar