7 ABK Charles Ternyata Benar Disandera Sempalan Abu Sayyaf

990
Pesona Indonesia
Rugboat Charles yang dibajak militan Abu Sayyaf. Tujuug dari 13 ABK disandera. Foto: prokal
Rugboat Charles yang dibajak militan Abu Sayyaf. Tujuug dari 13 ABK disandera. Foto: prokal

batampos.co.id – Tujuh dari 13 anak buah kapal (ABK) Tugboat Charles yang kesemuanya WNI ternyata benar disandera di Sulu, Filipina Selatan, setelah sempat kapal mereka yang menarik tongkang bermuatan batu bara dibajak.

Baca Juga; Abu Sayyaf Berulah Lagi, 7 ABK Tugboat Charles Disandera

Sebelumnya, pihak perusahaan dan Mabes Polri mengatakan kalau berita penyanderaan itu hoaks alias bohong. Hanya upaya penipuan oleh orang yang tak bertanggungjawab.

Namun ternyata, setelah ditelusuri intelijen, ternyata penyanderaan itu benar. Hanya saja, pelakunya bukan murni kelompok militan Abu Sayyaf, tapi sempalannya.

“Saya dapat info dari intelijen, ini bukan Abu Sayyaf tapi sempalan Abu Sayyaf yang di luar, bukan ideologi tapi pragmatis,” katanya Ketua DPR RI Ade Komaruddin di gedung DPR Jakarta, Jumat (24/6/2016).

Karena itu, Akom, sapaan Ade Komaruddin meminta upaya pembebasan bisa dipercepat karena sebelumnya sudah ada pengalaman dalam menyelamatkan para korban.

Saat ditanya apakah perlu menggunakan pendekatan militer, politikus Golkar itu menjawab tidak perlu.

“Tidak usah karena ini premanisme, vandalisme yang sesungguhnya bisa dilakukan dengan persuasif. Tapi ini harus kerjasama dengan pemerintah setempat agar tidak berulang. Ini kan menyangkut keamanan nasional negara tersebut, bukan ideologi gerakan-gerakan teroris,” tambahnya.

Pemerintah sendiri berjanji memprioritaskan upaya pembebasan tujuh warga negara Indonesia anak buah kapal TB Charles yang disandera sempalan kelompok Abu Sayyaf itu.

Pemerintah langsung menggelar rapat koordinasi, Jumat (24/6/2016) guna membahas upaya pembebasan tujuh WNI yang disekap kelompok militan bersenjata itu.

Menurut Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno LP Marsudi, rapat koordinasi itu melibatkan Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Kemenkopolhukam), Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, serta instansi terkait lainnya.

“Rakor melibatkan semua pihak terkait untuk mengambil langkah secara terukur, cepat dan aman,” ujar Retno di kantor Kemenlu, Jumat (24/6/2016).

Retno menegaskan, pemerintah akan berupaya mencari jalan keluar agar tujuh ABK TB Charles itu segera dibebaskan. Saat ini, katanya, Kemenlu masih menggali informasi lebih lanjut terkait keberadaan para sandera.

“Pemerintah akan melakukan semua cara yang memungkinkan untuk bisa membebaskan pada sandera tersebut. Keselamatan ketujuh warga kita sekarang merupakan prioritas,” ujar mantan Duta Besar RI untuk Belanda itu.(mg4/jpnn)

Respon Anda?

komentar