Belum Ajukan RPJMD, Gubernur Dinilai Lalai

512
Pesona Indonesia
Jumaga Nadeak.
Jumaga Nadeak.

batampos.co.id – Gubernur Kepri, Nurdin Basirun telah ditenggat untuk segera mengajukan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), karena kian sempitnya waktu menuju Agusutus mendatang. Surat DPRD Kepri yang menurut Ketua DPRD Kepri, Jumaga Nadeak telah dikirimkan berulang kali berisi pengingat untuk segera membahas RPJMD tak lantas mendapat respon. Hal ini dinilai Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi sebagai sebuah kelalaian yang sangat merugikan.

“Saya sudah surati gubernur untuk mempercepat. Ya sampai hari ini belum ada tanda-tanda pengajuan RPJMD itu,” tutur Jumaga Nadeak, Kamis (23/6) pagi kemarin.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, Jumaga membenarkan adanya tenggat pengesahan RPJMD pada Agustus mendatang. Dikarenakan berdasarkan peraturan undang-undang, rancangan yang disahkan menjadi Perda tersebut, harus diselesaikan paling lambat enam bulan setelah gubernur terpilih dilantik. Sehingga jika dihitung, pelantikan yang berlangsung pada Februari maka tenggatnya akan jatuh pada Agustus ini.

“Udah terlambat ini, sudah terlambat sebenarnya. Ini gubernur sudah lalai tidak mengajukan RPJMD,” ucap Jumaga.

Konsekuensinya nanti dalam pembahasan APBD berikutnya, bisa saja program-program gubernur terpilih tidak dapat dimasukkan dalam program APBD. “Karena tidak ada pedoman. Mau gimana lagi,” sambung Jumaga.

Sehingga akhirnya Jumaga menyatakan, hanya bisa menganggarkan alokasi dana yang bersentuhan dengan masyarakat langsung saja. Dari hasil reses anggota dewan yang juga masuk dalam program-program pemerintah juga.

Apakah nanti bakal ada sanksi yang dikenakan pada Gubernur Kepri? Jumaga menyebutkan ini fleksibel sifatnya. “Yang pasti saya berani menyatakan, bahwa masyarakat dirugikan. Karena sebagai gubernur yang melakukan kampanye sebelumnya itu, janji-janji programnya tidak terakomodir di dalam APBD,” pungkasnya. (aya/bpos)

Respon Anda?

komentar