Daging Impor Ilegal Marak, Wako Batam: Kewenangan Pemko Cuma di Sapi Segar

635
Pesona Indonesia
Harga jual daging sapi saat ini mencapai Rp 130 ribu per kilogram. Foto: jpnn
Harga jual daging sapi saat ini mencapai Rp 130 ribu per kilogram. Foto: jpnn

batampos.co.id – Wali Kota Batam Muhammad Rudi mengaku tak bisa berbuat banyak. Sebab izin impor daging sapi merupakan kewenangan Badan Pengusahaan (BP) Batam. Sementara hanya mendata berapa jumlah sapi hidup dari dalam negeri yang masuk ke Batam.

“Untuk data hewan masih hidup masuk Batam ditangani KP2K (Dinas Kelautan, Perikanan, Pertanian dan Kehutanan) Batam, sedangkan impor BP,” tegas Rudi, Kamis (23/6/2016).

Baca Juga: Setiap Hari 10 Ton Daging Impor Ilegal Beredar di Batam

Menurut Rudi, BP Batam harus punya data jelas terkait jumlah perusahaan yang mengimpor daging ke Batam. Sehingga diketahui pasti berapa jumlah kuota daging yang masuk Batam.

“Kalian tanya ke BP dulu. Berapa izin yang mereka (BP Batam) kasih, jadi kita tahu perbandingannya berapa. Selama ini kita kan tak tahu berapa jumlah izin yang mereka keluarkan,” jelas Rudi.

Dikatakan Rudi, selama ini Pemko Batam tak pernah mengurus soal izin impor daging ke Batam. Namun berapa jumlah hewan hidup yang dikirim ke Batam, Pemko punya data.

“Saya juga akan minta Bu Suhartini (Kepala Dinas KP2K) untuk memberikan data berapa jumlah hewan yang masuk Batam. Namun untuk lebih jelas, tanya ke BP juga. Agar kita ada perbandingan,” ujar Rudi.

Sebelumnya, Direktur Lalu Lintas Barang BP Batam Tri Novianto mengatakan saat ini ada tiga perusahaan yang telah mendapatkan izin impor daging dari BP Batam. Yakni PT Kharisma Karya Kartika, PT Batam Frozen Food, dan PT Dewi Kartika Inti.

“Ya mereka telah mengajukan permintaan izin daging untuk periode Mei sampai dengan Agustus,” ujar Tri, belum lama ini.

Ketiganya mendapat kuota untuk mengimpor daging sebanyak 205 ton. Rinciannya, PT Kharisma Karya Kartika mendapat kuota 85 ton, dan dua perusahaan lainnya mendapat jatah masing-masing 60 ton.

“Namun saat ini yang sudah direalisasikan baru 40 ton, yakni untuk PT Dewi Kartika Inti karena telah mengajukannya lebih awal, sedangkan yang lainnya sedang dalam proses. Kita tunggu saja,” ujarnya lagi.

Ketiga importir tersebut mendatangkan daging dari tiga negara. Yakni Selandia Baru, Amerika, dan Australia untuk memenuhi kebutuhan daging di Batam yang mencapai 122 ton per bulan. (ceu/she/bp)

Respon Anda?

komentar