Dewan akan Panggil Pemberi Izin, Minta Rig di Perairan Bintan Dipindahkan

913
Pesona Indonesia
Tiga unit rig di perairan Bintan yang dianggap mengancam pelayaran feri domestik. foto:jailani/batampos
Tiga unit rig di perairan Bintan yang dianggap mengancam pelayaran feri domestik. foto:jailani/batampos

batampos.co.id – Anggota Komisi III DPRD Kepri, Irwansyah menegaskan pihaknya akan memanggil pihak-pihak terkait yang mengeluarkan izin pemanfaatan laut untuk parkirnya tiga unit rig di perairan Bintan. Karena keberadaan alat pengebor minyak tersebut berpotensi menyebabkan kecelakaan lalu lintas laut.

“Kawan tempat parkirnya rig tersebut, kalau kita lihat memang berada dijalur pelayaran,” ujar Irwansyah, Kamis (23/6) di Tanjungpinang.

Legislator dari Daerah Pemilihan (Dapil) Batam tersebut juga mengaku heran, dengan keberadaan rig tersebut. Apalagi perairan Bintan tersebut bukan merupakan kawasan pengeboran lepas pantai. Ditegaskannya, pihaknya akan memanggil Dinas Perhubungan (Dishub) Kepri untuk mempertanyakan hal ini.

“Kita minta penjelasan dari Dinas Perhubungan terlebih dahulu. Kalau memang Satker Kemenhub yang mengeluarkan, tentu juga akan kita panggil,” tegas politisi senior Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Provinsi Kepri tersebut.

Dikatakannya juga, intensitas pelayaran menjelang lebaran tentu akan meningkat. Bahkan jadwal pelayarannya akan berlangsung sampai malam. Dengan jarak pandang yang terbatas, tentu keberadaan rig yang diparkir dengan rantai tersebut bisa berisiko bagi keselamatan pelayaran.

“Kami di DPRD Kepri juga tidak pernah mendapatkan laporan terkait akan parkirnya alat pengebor minyak tersebut. Ini memang persoalan yang harus disikapi dengan segera,” paparnya.

Lebih lanjut, mantan Anggota DPRD Kota Batam itu juga menegaskan, pihaknya akan meminta keberadaan rig tersebut untuk dipindahkan ke lokasi yang lebih aman. Irwansyah berkeyakinan, parkirnya rig tersebut tidak ada kontribusi kepada daerah.

“Lebih baik kita mencegah, sebelum terjadi sesuatu yang tidak kita inginkan. Kalau sudah terjadi, semua tidak mau disalahkan,” tutupnya.

Sebelumnya, keberadaan tiga unit rig untuk pengeboran minyak di perairan Bintan mulai dikeluhkan. Karena mengganggu jalannya pelayaran disaat cuaca buruk. Sampai saat ini, Pemerintah Provinsi Kepri tidak pernah mengeluarkan izin pemanfaatan laut untuk parkirnya rig tersebut.(jpg/bpos)

Respon Anda?

komentar