Hei Cina, Jangan Main-Main Sama Indonesia, Kedaulatan RI di Natuna Harga Mati

15949
Pesona Indonesia
Presiden Joko Widodo saat meninjau perairan natuna menggunakan KRI Imam Bonjol, Kamis (23/6/2016). Foto: istimewa
Presiden Joko Widodo saat meninjau perairan natuna menggunakan KRI Imam Bonjol, Kamis (23/6/2016). Foto: istimewa

batampos.co.id – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan sikap Indonesia atas klaim Cina terhadap sebagian wilayah perairan Natuna, Kepulauan Riau.

Baca Juga: Pertahanan di Natuna Diperkuat, Jadi Pangkalan Utama TNI AL

Dalam kunjungannya ke Natuna Kamis (23/6/2016), Jokowi memastikan Indonesia akan menindak tegas setiap bentuk penyerobotan wilayah oleh Cina, termasuk aktivitas penangkapan ikan ilegal di laut Natuna oleh nelayan Negeri Tirai Bambu itu.

Baca Juga: Pemerintah Lembek, Cina Sengaja Masuki Natuna

“Arahan Presiden adalah fokus pada pengembangan ekonomi di Natuna, dan kedaulatan NKRI adalah harga mati,” kata Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi, usai menggelar rapat bersama Jokowi di Natuna.

Baca Juga: Hei Cina, Jangan Main-Main Sama Indonesia, Kedaulatan RI di Natuna Harga Mati

Retno mengatakan, sebagai wilayah terluar Indonesia, Natuna menjadi perhatian bagi Jokowi sejak ia menjadi Presiden.

“Presiden utamakan menjaga kedaulatan dan hak hak berdaulat, itu merupakan turunan dari kebijakan sejak awal,” tegas Retno.

Baca Juga: Waspada! Cina Tahu Cadangan Migas Natuna Terbesar di Dunia

Saat menggelar rapat di dalam KRI Imam Bonjol bersama sejumlah menteri, lanjut Retno, Presiden meminta para pembantunya memperhatikan pembangunan ekonomi di Kabupaten Natuna. Terutama untuk dua sektor, yaitu perikanan dan minyak dan gas bumi (migas).

Baca Juga: Disebut Lembek pada Cina, Jokowi Langsung ke Natuna, Bahas Kedaulatan NKRI

Menurut Retno, berdasarkan data dari Kementerian ESDM, saat ini ada 16 sumur migas di wilayah Natuna. Lima di antaranya sudah berproduksi. Sementara 11 lainnya masih dalam tahap eksplorasi.

“Sementara itu, Ibu Susi (Menteri Kelautan dan Perikanan, red) tadi juga menyampaikan mengenai pengembangan sektor perikanan terutama pembangunan sentra kelautan dan perikanan secara terpadu di Natuna,” ungkap Retno.

Baca Juga: Jokowi Minta Natuna Fokus Pengembangan Migas, Perikanan, dan Penguatan Pertahanan

Selain perkembangan ekonomi di bidang perikanan dan migas, menurut Menlu, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo menyampaikan mengenai rencana pembangunan sarana pertahanan di wilayah Natuna dan sekitarnya.

“Itulah yang dibahas dalam ratas (rapat terbatas) tadi,” tambah Retno. (aulia/jaylani/bp)

Baca Juga:
> China Terus Menggoda, 11 Kapal Curi Ikan di Wilayah Natuna, 1 Tertangkap
> Hamid Rizal : China Sudah Lama Menyusup ke Natuna
> TNI AL Kerahkan Armada Tempur ke Laut Natuna

Respon Anda?

komentar