Jelang Lebaran, Jumlah TKI yang Dideportasi Meningkat

1764
Pesona Indonesia
TKI bermasalah yang dipulangkan beberapa waktu lalu. foto:yusnadi/batampos
TKI bermasalah yang dipulangkan beberapa waktu lalu. foto:yusnadi/batampos

batampos.co.id – Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1437 H, jumlah Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang dideportasi dari Malaysia dan dipulangkan melalalui Tanjungpinang meningkat pesat. Terbukti, minggu lalu, jumlah TKI yang tiba di Pelabuhan Sri Bintan Pura (SBP) Tanjungpinang mencapai lebih dari 900 TKI. Padahal, jika di hari biasa jumlah TKI yang dipulangkan dalam satu minggu hanya berada di kisaran 300-600 orang.

“Sampai minggu depan, masih banyak lagi TKI yang akan masuk ke Kota Tanjungpinang,” ujar Kepala Dinas Sosial dan Tenaga Kerja (Dinsosnaker) Kota Tanjungpinang, Surjadi, Kamis (23/6).

Untuk minggu ini, jumlah TKI yang masuk ke Kota Tanjungpinang dan akan diinapkan ke Rumah Perlindungan Trauma Center (RPTC) Sungai Timun, Senggarang mencapai 742 orang. Pemulangan dari Malaysia dilakukan dalam tiga trip, yaitu 254 TKI tiba di hari Selasa, 296 TKI di hari Rabu dan 192 TKI pada hari Kamis.

Kondisi membludaknya jumlah TKI yang dipulangkan melalui Tanjungpinang, dikatakan Surjadi merupakan hal lumrah yang terjadi setiap tahunnya, menjelang Hari Raya Idul Fitri. Ini lebih disebabkan, karena sebelum lebaran, tidak dilakukan pemulangan TKI untuk beberapa waktu. “memang akan ada libur agak panjang,” ujarnya.

Meskipun daya tampung RPTC untuk perempuan dan laki-laki, masing-masing hanya 250 orang. Tapi Surjadi mengatakan, RPTC masih bisa menampung jumlah TKI yang meningkat. “Bisa dengan memberi tambahan ekstra bed,” ujarnya.

Para TKI yang masuk minggu ini, akan dipulangkan ke daerah asal masing-masing melalui Tanjungpriok dan Belawan. “Untuk kapannya tinggal menunggu jadwal kapal,” ujarnya. (lra/bpos)

Respon Anda?

komentar