Korban Kebakaran Ingin Buat Rumah Kayu, Tapi Terbentur Aturan

664
Pesona Indonesia
Bupati Anambas saat Safari Ramadan di masjid Raudhotul Jannah Desa Sri Tanjung, Tarempa Rabu (22/6) malam. foto:syahid/batampos
Bupati Anambas saat Safari Ramadan di masjid Raudhotul Jannah Desa Sri Tanjung, Tarempa Rabu (22/6) malam. foto:syahid/batampos

batampos.co.id – Sejumlah warga korban kebakaran di wilayah pesisir Tanjung Lambai, Desa Sri Tanjung masih memerlukan uluran tangan pemerintah. Sebagian dari mereka masih menginginkan rumah yang berbahan kayu.

“Mereka masih ingin membuat rumah yang terbuat dari kayu, bukan dari beton,” ungkap Camat Siantan Ardan menyampaikan keinginan┬ápara korban kebakaran dalam kesempatannya memberikan sambutan pada acara safari ramadan yang digelar di masjid Raudhotul Jannah Desa Sri Tanjung Tarempa Rabu (22/6) malam.

Namun sayangnya permintaan ini masih menjadi dilema. Pasalnya pemerintah telah menetapkan agar kayu di sejumlah hutan yang ada di Anambas agar tidak ditebang lagi apalagi kayu yang tumbuh di sekitar sungai dan sumber air bersih.

Oleh karena itu Camat juga mempertanyakan apakah masih boleh para korban kebakaran itu membangun rumah dari kayu. “Kita minta kejelasan apakah nanti kalau pakai kayu akan ditangkap,” ungkapnya lagi.

Sebagai wakil masyarakat dirinya juga mengingatkan kepada pemerintah agar memberikan bantuan kepada para korban bencana khususnya dan kepada kaum duafa lainnya yang membutuhkan. “Ini kan dekat dengan hari raya, ada atau tidak bantuan untuk mereka,” ungkapnya kepada pihak pemerintah daerah.

Menyikapi hal ini, Bupati Kepulauan Anambas Abdul Haris yang didampingi wakilnya Wan Zuhendra, beserta pejabat dilingkungan Kabupaten Kepulauan Anambas mengatakan bahwasanya kedatangannya bersama rombongan selain melaksanakan salat tarawih berjamaah juga memberikan sejumlah bantuan kepada para korban bencana kebakaran itu. Selain itu, juga bantuan kelambu anti nyamuk kepada ibu hamil dan balita.

Pemberian kelambu ini tujuannya agar bayi atau balita tidak diserang oleh nyamuk karena kelambu itu merupakan kelambu khusus yang tidak bisa dihinggapi nyamuk. “Kelambu itu sudah diberi obat khusus sehingga nyamuk tidak bisa mendekat,” ungkap Abdul Haris.

Sementara itu mengenai penggunaan kayu apakah masih bisa atau tidak, saat ini masih dibicarakan dengan pihak Dinas Pertanian bagaimana teknis dilapangan nantinya. “Bapak ibu korban kebakaran harap tenang dulu, untuk pemakaian kayu bisa dibantu tapi harus sesuai aturan, kalau tidak, yang membantu yang kena,” ungkapnya lagi. (sya/bpos)

Respon Anda?

komentar