Sudah Libur Bersama, PNS Diminta Tak Cuti Usai Lebaran

747
Pesona Indonesia
Ilustrasi PNS. foto:jpnn
Ilustrasi PNS. foto:jpnn

batampos.co.id  – Hari Libur Nasional dalam rangka Idul Fitri 1437 Hijriah jatuh pada 6 dan 7 Juli 2016. Sedangkan cuti bersama tanggal 4, 5, dan 8 Juli 2016.

Nah, sebelum cuti bersama, ada dua hari libur bekerja yakni tanggal 2 dan 3 Juli 2016. Demikian juga setelahnya ada dua hari libur yakni tanggal 9 dan 10 Juli 2016.

Total libur aparatur negara selama hari raya lebaran kali ini sembilan hari. Aparatur negara mulai efektif masuk kerja pada tanggal 11 Juli 2016.

Karena itu, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB), Yuddy Crisnandi mengimbau segenap jajaran aparatur negara, baik PNS maupun anggota TNI dan Polri untuk tidak mengambil cuti tahunan pasca lebaran.

”Kami mengimbau kepada aparatur negara untuk tidak mengambil cuti tahunan pasca lebaran, selama satu minggu dari tanggal 11 sampai 15 Juli 2016,” ujar Yuddy berdasarkan informasi dari Biro Hukum, Komunikasi dan Informasi Publik Kementerian PANRB, Rabu (22/6/2016).

Selama libur panjang ini pelayanan publik di berbagai instansi pemerintah tentu tidak optimal, akibatnya dipastikan banyak penyelenggaraan pelayanan publik yang dibutuhkan warga masyarakat terganggu, seperti pelayanan SIM, STNK, BPKB, paspor, pajak, berbagai perijinan, akta kelahiran, KTP, KK, sertifikat dan lain sebagainya.

Mengingat selama sembilan hari berbagai pelayanan publik dari pemerintah tidak optimal, Yuddy berharap pasca lebaran nanti ada optimalisasi pelayanan publik dengan dukungan aparatur yang mencukupi di berbagai sentra pelayanan umum.

Di era revolusi mental dibawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo, Yuddy mengingatkan kembali agar segenap aparatur negara senantiasa konsisten menjaga marwahnya sebagai pelayan rakyat, bukan sebagai priyayi.

”Dengan semangat dan nilai yang kita raih dari momentum hari raya Idul Fitri, mari kita kembali ke fitrah bahwa aparatur negara adalah pelayan rakyat yang harus melayani rakyat dengan sepenuh hati,” ujarnya.

Selanjutnya Yuddy mengimbau agar para Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK), baik para menteri, pimpinan lembaga, gubernur, maupun bupati/wali kota untuk memperhatikan kepentingan masyarakat dengan tidak memberikan izin cuti tahunan kepada jajarannya, kecuali terdapat alasan yang benar-benar sangat mendesak.

”Demi menjamin kelancaran pelayanan publik, kami mengimbau para PPK, apabila tidak ada alasan yang sangat mendesak, agar tidak memberikan izin cuti tahunan kepada aparatur negara di lingkungan instansinya masing-masing. Surat resmi terkait hal ini akan segera kami sampaikan,” papar Yuddy. (rmol/jpnn)

Respon Anda?

komentar