Polair Polda Kepri Tangkap 4 Kapal Nelayan Vietnam

1012
Pesona Indonesia
Nelayan Vietnam yang berhasil diamankan dari 4 kapal yang ditangkap. Foto: eggi/batampos.co.id
Nelayan Vietnam yang berhasil diamankan dari 4 kapal yang ditangkap. Foto: eggi/batampos.co.id

Batampos.co.id – Satuan Ditpolair Polda Kepri berhasil menangkap 4 kapal asing asalĀ  Vietnam yang melakukan pencurian ikan di wilayah perairan Laut Cina Selatan.

Adapun 4 kapal yang berhasil diamankan Ditpolair antara lain, KM BV 5162 TS GT 70, KM BV 4557 TS GT 20, KM BV 92639 TS GT 100 dan KM BV C459 TS GT 70.

Empat orang Nahkoda kapal bernama Nguyen Van Tien, Huang Minh Tuang, Tran Ban Phuc, dan Nguyen Van Huan, beserta 29 anak buah kapal (ABK) turut diamankan.

Ada pula barang bukti lainnya berupa, alat tangkap jaring, satu buah bendera Indonesia, ikan sedikitnya seberat 6 ton.

Penangkapan kapal asing ini, bermula ketika Satuan Polisi Perairan melakukan patroli dengan kapal Patroli Polisi Baladewa – 8002 Ditpolair Barhakam Polri BKO (Bawah Kendali Operasi) Polda Kepri melaksanakan patroli di wilayah perairan Laut Cina Selatan.

Ketika berpatroli, Minggu (19/6/2016) sekira pukul 15.30 WIB, petugas melihat ada beberapa kapal sedang beraktivitas melakukan illegal fishing di perairan Laut Cina Selatan yang merupakan peraian Indonesia.

Melihat kegiatan ini, petugas kepolisian langsung melakukan pengintaian untuk memastikan aktivitas pencurian ikan. Setelah dipastikan illegal fishing, akhirnya dilakukan penyergapan.

Saat dilakukan penyergapan, 4 kapal itu ditangkap di tempat yang berbeda. Salah satu kapal yang ditangkap dengan sengaja memasang bendera Indonesia untuk mengelabui petugas.

“Dalam penangkapan ini, satu kapal memasang bendera indonesia. Sedangkan tiga kapal lainnya kita tangkap saat mereka lakukan penangkapan dengan berkelompok,” ungkap Kapolda Kepri, Brigjend Sam Budigusdian, Jumat (24/6/2016).

Sam Budi menjelaskan ke empat kapal yang berhasil ditangkap ini tanpa dilengkapi dokumen resmi. Dari penangkapan ini, polisi menjadikan 4 orang nahkoda kapal dan 29 ABK sebagai tersangka.

Atas perbuatan ini, 4 orang nahkoda kapal dan 29 orang ABK yang ditetapkan sebagai tersangka, dikenai pasal 92 junto pasal 93 ayat (2) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 45 tahun 2009 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 tahun 2004 tentang perikanan. Ke-33 orang tersangka dikenai ancaman delapan tahun penjara dengan denda Rp 1,5 miliar. (eggi)

Respon Anda?

komentar