Program Penyuluhan Nelayan Pesisir Terbentur Dana

781
Pesona Indonesia
Nelayan. foto:dok
Nelayan. foto:dok

batampos.co.id – Program penyuluhan nelayan pesisir belum berjalan optimal. Tidak tersedianya dana operasional menjadi kendala utama. Mengingat kondisi geografis wilayah Kecamatan Moro, yang terdapat banyak pulau-pulau berseberangan laut.

“Untuk mencapai antar satu pulau ke pulau lainnya, sangat besar biaya operasional transportasi angkutan laut. Makanya, pelaksanaan penyuluhan perikanan kuran optimal,” ujar Edy, Penyuluh Perikanan Moro, Kamis (23/6) kemarin.

Persoalan ini diakui Edy, lantaran masyarakat nelayan pesisir di Kecamatan Moro, terdiri dari sepuluh desa yang letaknya berseberangan antar satu pulau ke pulau lainnya. Penyuluhan perikanan itu adalah dibidang budidaya rumput laut, budidaya keramba jaring apung (KJA) dan nelayan menggunakan alat tangkap.

“Tidak adanya dana operasional, mau tak mau kami terpaksa menumpang angkutan laut nelayan. Artinya waktunya sangat terbatas untuk memberikan pelayanan penyuluhan,” jelasnya.

Kecamatan Moro, boleh dikatakan penduduknya mayoritas nelayan terutama yang berada di pulau-pulau. Tentu mereka sangat membutuhkan penyuluhan tentang KJA, budidaya rumput laut, pengolahan ikan serta nelayan menggunakan alat tangkap.

“Kami sangat berharap perhatian Pemkab Karimun untuk mencanangkan biaya operasional penyuluhan perikanan ke hinterland tersebut,” harapnya. (pst/bpos)

Respon Anda?

komentar