Riono Sarankan Harga Daging Sapi Rp 120 Ribu Perkilogram

644
Pesona Indonesia
Harga jual daging sapi saat ini mencapai Rp 130 ribu per kilogram. Foto: jpnn
Harga jual daging sapi saat ini mencapai Rp 130 ribu per kilogram. Foto: jpnn

batampos.co.id – Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kota Tanjungpinang akan mendatangkan sapi pada Minggu (26/6) mendatang. Rencananya, BUMD akan menjual daging sapi yang dipasok dari Provinsi Jambi tersebut dengan harga kisaran Rp 130-135 ribu per kilonya.

“Dengan BUMD menjual daging sapi ini, saya sangat optimis BUMD bisa berkontribusi menstabilkan harga,” ujar Dirut BUMD Kota Tanjungpinang, Asep Nana Suryana, Kamis (23/6).

Kisaran harga Rp 130-135 ribu, menurut Asep merupakan harga yang sesuai. Sebab, tidak menutup kemungkinan harga daging di pasaran mendekati lebaran akan naik. “Kita membantu masyarakat, tapi tetap BUMD tidak boleh merugi,” ujarnya.

Daging sapi tersebut akan dijual di beberapa titik distribusi, pada H-1 Hari Raya Idul Fitri. Penjualan daging juga akan dikemas per 1 kilo untuk memudahkan penjualan. “Ada 5 titik distribusi. 1 posko di Jalan Ahmad Yani, dan 4 lainnya disebar di setiap kecamatan,” paparnya.

Tapi, untuk membeli daging tersebut, masyarakat terlebih dahulu harus mengambil kupon pembelian di Kantor BUMD Kota Tanjungpinang. “Kupon sudah bisa diperoleh di H-5 lebaran,” ujarnya.

Pemberian kupon ini, dikatakan Asep untuk melihat berapa banyak masyarakat yang akan membeli. Karena diharapkan daging sapi tersebut dapat mencukupi kebutuhan masyarakat.

Sementara Sekretaris Kota (Seko) Tanjungpinang, Riono meminta BUMD dapat menurunkan harga daging hingga Rp 120 ribu per kg. Menurutnya, harga daging yang dijual dengan kisaran Rp 130-135 ribu per kg masih relatif tinggi.

“Rp 130 ribu itu belum signifikan dengan kondisi sekarang,” ujarnya.

Riono juga meminta BUMD menganalisis jumlah kebutuhan masyarakat Kota Tanjungpinang. Maksudnya, jumlah daging sapi yang didatangkan harus sesuai dengan kebutuhan daging.

Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perindustrian Perdagangan Ekonomi Kreatif dan Penanaman Modal (Disperindag-Ekraf dan PM) Kota Tanjungpinang Teguh Susanto juga berharap harga daging yang dipatok BUMD Kota Tanjungpinang bisa lebih ditekan ke harga kisaran Rp 120 ribu.

“BUMD sah-sah saja mengambil untung. Tapi pemerintah berharap bisa ditekan lagi,” ujarnya.

Teguh mengatakan, dengan BUMD menjual daging dengan harga di bawah pasaran, tentu dapat menekan harga. Asalkan pasokan yang disediakan dalam jumlah besar. (Lra/bpos)

Respon Anda?

komentar