Takjil di Lingga Bebas Dari Zat Berbahaya, Aman Dikonsumsi

727
Pesona Indonesia
BPOM Kepri Sidak pedagang takjil di Lingga. BPOM menyatakan semua makanan sehat dan layak konsumsi. foto:hasbi/batampos
BPOM Kepri Sidak pedagang takjil di Lingga. BPOM menyatakan semua makanan sehat dan layak konsumsi. foto:hasbi/batampos

batampos.co.id – Hasil uji sampel jajanan khas selama Ramadan di Daik maupun di Dabo Singkep, Kabupaten Lingga, aman untuk dikonsumsi. Hal tersebut dibeberkan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Kepulauan Riau yang baru-baru ini menggelar sidak pengujian takjil di tempat-tempat jajanan terbuka milik warga di pulau Daik dan Dabo Singkep.

Meski sedikit terlambat sebab telah memasuki pertengahan puasa, BPOM yang baru melakukan pengecekan di Lingga tidak menemukan zat berbahaya.

Kasi Pengujian Produk Terapetik, Narkotik, Kosmetik, Obat Tradisional, dan Produk Komplemen (Teranokoko) BPOM Kepri, Paniyati, di Daik Lingga mengatakan, dari 25 sampe yang di uji, tidak satupun ditemukan zat berbahaya dalam jajanan berbuka yang dijual warga. “Tidak ditemukan zat berbahaya,” bebernya, Rabu (22/6) kemarin.

Maksud Paniyati, dengan tidak ditemukannya zat berbahaya maka jajanan takjil di Lingga aman di konsumsi. Begitu juga untuk hasil uji sampel takjil di Dabo Singkep yang dilakukan sehari sebelumnya semua jajanannya bebas dari zat berbahaya.

“Kami mengacu pada 4 parameter zat berbahaya yang terkandung dalam jajanan berbuka ini, diantaranya fomalin, borak, rhodamin B dan metanil yellow. Di Singkep, ada 29 sampel jajanan takjil yang kami uji. Semuanya tidak mengandung zat berbahaya,” jelasnya lagi.

Selain melakukan sidak ke tempat-tempat jajanan takjil Ramadan di Daik, BPOM Kepri didampingi tim pemeriksa Farmamin dari Dinkes Lingga turut melakukan sidak ke sarana distribusi pangan Lingga. Dari pemeriksaan tersebut ditemukan beberapa produk luar tanpa izin dari BPOM.

“Beberapa jenis produk makanan itu langsung dimusnahkan. Disaksikan oleh pemilik sarana,” tuturnya.

Dia mengimbau kepada masyarakat di Kabupaten Lingga untuk tetap waspada terhadap makanan yang mengandung zat berbahaya. Ia juga berpesan agar pedagang dan pembuat jajanan takjil, diharapkan mampu memahami apa-apa saja jenis zat yang tidak layak di gunakan dalam membuat makanan sehat yang tidak berbahaya jika dikonsumsi. (mhb/bpos)

Respon Anda?

komentar