Tarempa, Kota Kecil Banyak Masalah

792
Pesona Indonesia
Bupati Kepulauan Anambas Abdul Haris.
Bupati Kepulauan Anambas Abdul Haris.

batampos.co.id – Bupati Kepulauan Anambas Abdul Haris menyatakan bahwasanyaTarempa yang ada di Kabupaten Kepulauan Anambas merupakan kota kecil. Meskipun demikian banyak tersimpan masalah didalamnya.

Terutama masalah penyakit masyarakat seperti PSK, perjudian, pencurian bahkan sampai narkoba semuanya ada di kota ini. “Pergaulan bebas para siswa-siswi di Tarempa terjadi dimana-mana,” ungkap Haris ketika memberikan sambutan dalam acara safari ramadan di masjid Jami’ Baiturahim Tarempa, Selasa (21/6) malam.

Oleh karena itu dirinya berharap agar instansi terkait termasuk orang tua dapat mengawasi anak-anaknya. Pasalnya penyakit masyarakat ini akan membahayakan jika yang diserang adalah generasi penerus bangsa.

“Marilah kita sama-sama memerangi pekat. Waspada dan awasi anak-anak kita karena mereka merupakan generasi penerus bangsa yang harus melanjutkan pembangunan,” ungkapnya lagi.

Dirinya berharap instansi terkait ikut memberikan shock therapy dengan cara melakukan razia bersama. “Saya ingin instansi dan SKPD terkait ikut dalam razia,” ungkapnya.

Hal ini wajib dilakukan supaya pekat ini tidak merambah ke daerah lain seperti daerah pulau-pulau karena jika sudah terlanjur maka akan sulit dikendalikan karena rentang kendali antara satu pulau ke pulau yang lain itu membuat pergerakan semakin susah.

Diakuinya pekat saat ini sudah membaur dengan masyarakat bahkan seperti api dalam sekam. Meski dari luar seolah tidak ada masalah tetapi didalamnya penuh masalah yang harus diselesaikan. “Kalau ini dibiarkan saya khawatir dalam jangka waktu 30 tahun kedepan, kita akan mengalami krisis moral,” ungkapnya.

Hal yang sama juga pernah diungkapkan oleh Bupati Kepulauan Anambas terdahulu Tengku Mukhtaruddin. Dirinya mengatakan bahwasanya di Anambas ini sudah hampir mendekati garis merah mengenai persoalan narkoba. Artinya sudah sangat memprihatinkan dan perlu adanya penanganan khusus untuk memerangi narkoba di kabupaten termuda ini.

“Anambas sudah mendekat garis merah, memang belum masuk garis merah tapi sudah mendekati. Artinya perlu adanya penanganan yang serius dari instansi terkait untuk memerangi narkoba,” ungkapnya kala itu. (sya/bpos)

Respon Anda?

komentar