Tidak Paham Aturan, Baru Tujuh Desa Usulkan Pencairan Dana Desa

1516
Pesona Indonesia
ilustrasi dana desa Foto: istimewa
ilustrasi dana desa Foto: istimewa

batampos.co.id – Sebanyak 42 desa se Kabupaten Karimun mendapatkan Dana Desa (DD) yang dialokasikan pemerintah pusat untuk tahun 2016 sebesar Rp 27.549.427.03 miliar. Namun pada semester pertama ini, baru tujuh desa yang telah mengusulkan kegiatan untuk pencairan dana desa tersebut.

”Benar baru tujuh desa yang mengusulkan untuk pencairan DD. Sekarang sudah ada di bagian keuangan, tinggal pencairan semua berkasnya sudah lengkap,” kata Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPD) dan Kesbang Kabupaten Karimun, Hurnaeni didampingi Kabid Pemerintahan Desa (Pemdes) Hj Herita, Kamis (23/6).

Dana desa dicairkan dalam dua tahap. Untuk tahap pertama sebesar 60 persen, kemudian tahap kedua 40 persen. Banyaknya desa yang belum mengajukan pencairan dana desa terkendala dengan Sumber Daya Manusia (SDM). Rata-rata mengusulkan tidak sesuai dengan aturan yang berlaku. Karena, DD diperuntukan untuk pembangunan desa bukan kegiatan lainnya.

”Kendalanya itu. Mereka (aparatur desa-red) rata-rata mengusulkan kegiatan yang di luar prosedur aturan. Makanya, kita di sini yang menjemput bola untuk memberikan arahan supaya dapat dicairkan,” terangnya.

Karena, lanjut Hurnaeni lagi, penggunaan DD bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan dan pemerataan pembangunan desa. Melalui peningkatan pelayanan publik di desa, memajukan perekonomian desa, mengatasi kesenjangan pembangunan antar desa serta memperkuat masyarakat desa sebagai subjek dari pembangunan itu sendiri.

Harapan pemerintah nantinya, dari awalnya desa tertinggal atau sangat tertinggal nantinya akan meningkat menjadi desa berkembang. Yang pada akhirnya desa tersebut menjadi desa maju atau mandiri. Dengan demikian, akan berdampak terhadap masyarakat desa itu sendiri seperti membuka peluang lapangan kerja, alih teknologi tepat guna hingga investasi melalui Badan Usaha Milik (BUM) Desa.

”Intinya, Pemerintah ingin mendorong desa-desa supaya dapat mandiri. Ada desa yang mendapat DD dan ADD mencapai Rp1 Miliar di kabupaten Karimun ini,” timpal Herita lagi.

Sedangkan, Alokasi Dana Desa (ADD) dari APBD 2016 untuk 42 desa tidak ada masalah. Karena, dana tersebut bisa dicairkan untuk biaya operasional desa termasuk gaji staf desa. Yang mencapai Rp14.130.06 miliar, sehingga total keseluruhannya mencapai Rp41,7 miliar untuk Kabupaten Karimun. Atau rata-rata setiap desa mendapatkan sekitar Rp1 miliar.

”Saya berharap, agar sumber daya manusia di desa ditingkatkan. Apalagi 29 desa sudah terpilih Kades yang baru. Ingat anggarannya cukup besar yang di kelola setiap desa, harus dapat di pertanggungjawabkan,” pesannya. (tri/bpos)

Respon Anda?

komentar