3 ABK Positif Gunakan Narkotika, 1 sebab Sakit yang 2 ….

955
Pesona Indonesia
foto: rezza herdianto / batampos
foto: rezza herdianto / batampos

batampos.co.id – Tiga anak buah kapal (ABK) Sindo Ferry teridentifikasi positif menggunakan narkotika. Urin ketiganya mengandung zat-zat adiktif.

“Satu kru kapal Sindo, cewek, menggunakan morfin,” ujar Kepala Bidang Pemberantasan Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Kepulauan Riau, Bubung Pramiadi, usai menggelar tes urin di Pelabuhan Internasional Batam Centre.

Tim segera mengamankan dan bertanya kebenaran hasil urin itu. KruĀ  itu mengatakan ia tengah mengonsumsi obat batuk. Ia menunjukkan resep dokter.

“Setelah kami kroscek ke dokter, ia memang sakit batuk. Obat batuk itu ada kandungan dextro,” tambahnya.

Dua ABK lainnya datang dari kapal Queenstar 3, yang masih berada dalam kelompok Sindo Ferry. Urin keduanya terdeteksi mengandung methamphetamine atau yang lebih dikenal dengan sabu.

Keduanya diamankan dan dilarang berangkat saat itu juga. Bubung mengatakan, mereka akan mendapatkan pendampingan kesehatan dari BNNP. Ini terkait, kebenaran mereka mengonsumsi narkotika dan lama waktu mereka mengkonsumsinya.

“Kalau memang sudah sejak lama mereka mengkonsumsi itu, ya akan kami rehabilitasi,” tutur Bubung.

Jumat (24/6) itu, BNNP Kepri memeriksa urin dari 50 kapten dan ABK kapal-kapal feri yang berlabuh di Pelabuhan Internasional Batam Centre. Seperti, kapal Sindo Ferry, Majestic, dan Batam Fest. Pemeriksaaan itu berlangsung mulai pukul 08.30 WIB hingga 11.30 WIB.

Selain di Pelabuhan Internasional Batam Centre, BNNP Kepri juga memeriksa urin para ABK di Pelabuhan Telagapunggur dan Pelabuhan Sekupang. Juga memeriksa urin para awak pesawat di Bandara Hang Nadim Batam. Pemeriksaan ini, menurut Bubung, untuk memperingati Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) yang jatuh setiap tanggal 26 Juni.

“Selain itu, untuk mengantisipasi arus mudik, kami wajib mengadakan tes urin ini,” ujar Bubung yang saat itu menjadi Penanggung-jawab Tes Urin Pelabuhan Batam Centre.

Kapten Kapal Batam Fest Ronal Hariyadi Prayoga dan enam awaknya menjadi tujuh dari 50 orang yang diperiksa hari itu. Pria bertubuh tambun itu, namun demikian, merasa tenang.

“Saya tidak takut karena saya yakin tidak ada yang terdeteksi,” tuturnya.

Disampaikan Ronal, manajemen perusahaan sudah melarang karyawannya menggunakan narkotika. Hal itu tertuang dalam peraturan perusahaan.

“Setiap tahun kami ada medical check up dan semuanya bersih dari itu,” kata Ronal. (ceu)

Respon Anda?

komentar