Ada Daging Alana di Pasar Mega Legenda

1067
Pesona Indonesia
ilustrasi
ilustrasi

batampos.co.id – Daging sapi beku bermerek Alana beredar di Pasar Mega Legenda. Pedagang daging sapi di pasar itu, Reihan, mengatakan, setiap hari ia mendapat pasokan rutin daging Alana.

“Daging sapi yang ada di sini itu dari PT Dewi Kartika, PT Dewi Niaga, sama Alana,” katanya.

PT Dewi Kartika dan PT Dewi Niaga merupakan nama perusahaan.

Kedua perusahaan itu yang memasok daging beku ke semua pedagang daging sapi beku di pasar itu. Total, ada tiga pedagang daging sapi beku di sana.

Daging Alana merupakan daging sapi asal India. Daging ini ditengarai mengandung bakteri penyebab penyakit mulut dan kuku (PMK). Sebab, India belum resmi terdaftar sebagai negara asal impor. Karena dagingnya belum bebas PMK.

Reihan mengaku tidak mengetahui daging yang ia jual itu ilegal. Ia hanya tahu, daging-daging sapi itu berasal dari Australia. Ini negara resmi pengekspor daging sapi ke Indonesia. Daging sapi yang berasal dari Australia dijamin bebas dari penyakit mulut dan kuku (PMK).

Dalam satu hari, Reihan dapat menjual 50 hingga 80 kilogram daging sapi beku. Kini, harganya dipatok Rp 85 ribu per kilogram.

“Kami jualan mulai pukul 04.00 WIB sampai 14.00 WIB,” ujarnya lagi.

Legalitas daging sapi beku, sepertinya, bukan menjadi hal serius bagi masyarakat. Reaksi mereka biasa saja meskipun mengetahui ada daging ilegal yang beredar di pasaran.

“Kami mana tahu daging itu ilegal atau tidak. Yang penting daging itu ada dan kami bisa masak,” kata Dedeh saat membeli daging di Pasar Mega Legenda, Jumat (24/6).

Pemilik kedai makan itu lebih memilih daging beku ketimbang daging segar. Ini karena harganya yang terjangkau. Ia pun yakin, kesehatan dagingnya terjamin.

“Daging segar itu memang lebih gurih tapi harganya Rp 120 ribu (per kilogram),” ujarnya. (ceu)

Respon Anda?

komentar