Empat Kapal Perintis Siap Layani Mudik Lebaran dari Kijang

927
Pesona Indonesia
KM Lawit yang disiapkan untuk mengangkut pemudik dari Pelabuhan Sri Bayintan, Kijang.
KM Lawit yang disiapkan untuk mengangkut pemudik dari Pelabuhan Sri Bayintan, Kijang.

batampos.co.id – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) telah menyiagakan empat kapal perintis untuk melayani mudik warga Bintan dan Tanjungpinang ke Wilayah Indonesia Tengah (WITA), Wilayah Indonesia Barat (WIB) serta Wilayah Indonesia Timur (WIT) dari Pelabuhan Sribayintan, Kijang, Kecamatan Bintan Timur (Bintim) selama bulan suci Ramadan hingga Hari Raya Idul Fitri atau lebaran.

Empat kapal yang disiagakan itu diantaranya Kapal Motor (KM) Bukit Raya, KM Umsini, KM Lawit, dan KM Doro Londa. Kapal yang melayani keberangkatan dengan tujuan tiga bagian wilayah Indonesia tersebut dipastikan tidak akan mengalami kendala dan hambatan sedikitpun. Karena Kantor Syahbandar Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kijang dan PT Pelayaran Indonesia (Pelni) Cabang Tanjungpinang sudah melakukan pengecekan, pemeriksaan dan pengetesan kepada keempat kapal tersebut.

“Sebanyak empat kapal penumpang milik PT Pelni yang disiagakan untuk mengangkut pemudik di Pelabuhan Sribayintan ini kita pastikan layak berlayar. Karena kesemua kapal sudah kita cek, periksa dan tes, sehingga yakin empat kapal perintis siap layani mudik lebaran di tahun ini,” ujar KSOP Kijang, Sanggang disela-sela pelaksanaan pengamanan arus mudik di Pelabuhan Sri Bayintan, Kamis (23/6) malam.

Untuk pengecekan, pemeriksaan, dan pengetesan yang dilakukannya, lanjut Sanggang, sesuai dengan atruran kelegalan maupun kelayakan belayarnya (marine spector). Diantaranya uji kelayakan mesin kapal, peralatan navigasi, perlengkapan keselamatan dan keamanan serta kondisi kapal.

Selain melakukan uji kelayakan untuk memastikan pemudik merasa aman dan nyaman di dalam kapal selama keberangkatan. KSOP juga melaksanakan pengawasan dan pengamanan di ruang tunggu hingga ke dalam kapal dari 18 Juni-27 Juli. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi adanya tindakan yang tidak diinginkan atau kriminaliatas baik kericuhan, kecurangan, maupun kelalaian yang bisa merugikan orang banyak.

Bahkan demi melayani penumpang selama berada di ruang tunggu, sambung pria kelahiran Tanjungpinang, ini disediakan dua unit TV LED berukuran 40 inch. Karena dengan tersedianya TV tersebut tidak akan membuat penumpang suntuk ketika sedang menunggu kedatangan hingga keberangkatan kapal. Lalu ia juga akan meningkatkan pelayanan di pelabuhan ini lebih baik dibandingkan pelabuhan lainnya.

“Kita dirikan pos pengamanan di kawasan pelabuhan. Kemudian kita terjunkan 40 personil KSOP untuk melakukan penjagaan dan pengawasan arus mudik dari H-15-H+17. Dalam pengamanan arus mudik kita juga dibantu oleh Polres Bintan, TNI, PT Pelindo, Karantina Hewan dan Tumbuhan serta PT Pelni,” Katanya.(ary/bpos)

Respon Anda?

komentar