Kemenag Siapkan Aksi Tangkal Radikalisme, Narkoba, dan Kekerasan

571
Pesona Indonesia
Marwin Jamal. foto:jailani/batampos
Marwin Jamal. foto:jailani/batampos

batampos.co.id – Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kepulauan Riau akan melakukan sejumlah aksi terkait dengan gerakan anti narkoba, anti radikalisme, penanganan kekerasan terhadap perempuan dan anak. Aksi itu bakal digalakkan melalui sebelas rencana kerja yang sudah disiapkan melalui rapat beberapa hari yang lalu.

“Apalagi kami sebagai lembaga keagamaan. Sudah seharusnya ikut aktif terhadap pemberantasan narkoba, radikalisme, dan kekerasan,” kata Kepala Kanwil Kemenag Kepri, Marwin Jamal, kemarin.

Pada rapat yang dihadiri seluruh perwakilan Kemenag Kabupaten/Kota itu, Marwin juga mengharapkan sebelas rencana kerja ini bisa lekas diaplikasikan bersama di wilayah kerja masing-masing. Sehingga bisa lekas efektif dan berperan dalam memberantas penyebaran narkoba, radikalisme, dan kekerasan terhadap anak.

Sebelas rencana kerja itu dimulai dengan dengan menjalin kerjasama dalam bentuk penandatanganan nota kesepahaman dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kepulauan Riau dalam melakukan sosialisasi anti narkoba di Kepulauan Riau. “Mereka yang paling paham menerangkan jenis-jenis obat terlarang. Jadi, kami tentu harus menggandeng mereka,” kata Marwin.

Lalu untuk menangkal penyebaran radikalisme, hal yang sama juga dilakukan bersama Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Kepulauan Riau dalam melakukan sosialisasi anti radikalisme. Hal sama berupa kerjasama lintas instansi juga masih berlaku pada penanganan kekerasan terhadap perempuan dan anak. KPPAD, Dinas Kesehatan serta Badan Perberdayaan Perempuan dan Anak di Kepulauan Riau, kata Marwin, bisa dijadikan rekan dalam melakukan sosialisasi perlindungan perempuan dan anak di Kepulauan Riau.

Adapun kerja di lingkungan madrasah, Marwin menjelaskan, bisa dimulai dengan penyiapan konsep dan kampanye agenda utama di madrasah dan sekolah melalui kegiatan upacara bendera dengan melakukan kerjasama dengan Dinas Pendidikan. Selanjutnya, penyiapan konsep dan kampanye agenda utama melalui gerakan masyarakat maghrib mengaji dan safari subuh di seluruh Kepulauan Riau. “Bisa juga melalui penyuluh, Rohis untuk di sekolah, khutbah Jumat, atau pun Badan Penasehatan Pembinaan Pelestarian Perkawinan (BP4),” tambahnya.

Kemudian, yang tak kalah penting untuk ditekankan, kata Marwin adalah deteksi dini. Karena hal ini yang daat mencegah terjadinya disintegrasi di tengah-tengah masyarakat. “Kalau sudah terderteksi, pasti lebih mudah untuk mengantisipasi,” pungkas Marwin. (aya/bpos)

Respon Anda?

komentar