Natuna Butuh Tambahan Dokter Kandungan dan Bidan

923
ilustrasi
ilustrasi

batampos.co.id – Bupati Natuna Hamid Rizal mengatakan, angka kematian ibu saat melahirkan masih cukup tinggi di Natuna hingga tahun 2015 lalu. Kejadian itu katanya, disebabkan banyak faktor. Diantaranya masih kurangnya dokter dan bidan di kecamatan-kecamatan.

“Dokter kurang, jumlah bidan juga perlu ditambah. Menjadi indikator masih tingginya kematian ibu melahirkan,” sebut Hamid kemarin.

Tidak hanya itu, kata Hamid, peralatan medis untuk membantu persalinan ibu melahirkan di Natuna masih sangat terbatas. Termasuk di rumah sakit tipe C milik daerah saat ini.

“Peralatan medis juga kurang, terutama di puskesmas. Persalinan lebih sering di rumah sakit dibanding di puskemas, apalagi puskemas pembantu, jauh lebih tidak mendukung,” kata Hamid.

Persoalan angka kematian ibu melahirkan di Natuna, juga disebabkan kurang wawasan ibu dan kurangnya mendapat pertolongan tenanga medis karena masih banyak dibantu dukun kampung, terutama di desa pelosok.

Dikatakan Hamid, banyaknya kekurangan dokter dan bidan maupun perawat di Natuna juga disebabkan banyaknya rekomendasi pindah tugas pada masa transisi Bupati Natuna.

“Selain perlu peralatan, dokter spesialis kandungan dan bidan sangat perlu di tambah. Apalagi banyak rekomendasi pindah tugas pada transisi Bupati lama,” kata Hamid.

Kepala Bidang Penyehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Natuna Hikmat Aliansyah mengatakan, Natuna memang kekuarangan dokter, terutama pelayanan di puskesmas kecamatan.

Setiap puskesmas, idealnya memiliki dua dokter, yakni dokter umum dan dokter gigi. Namun kondisinya, satu puskesmas kecamatan hanya ada satu dokter, kecuali di Puskesmas Ranai.

“Dokter masih kurang, sekarang di puskemas hanya satu dokter, idealnya dua dokter,” kata Hikmat.(arn/bpos)

Respon Anda?

komentar