Penyelesaian 1.419 RTLH di Lingga Masuk APBD-P Kepri

1602
Pesona Indonesia
Rumah Nasri, penerima RTLH yang tak selesai karena defisit anggaran tahun lalu. foto:hasbi/batampos
Rumah Nasri, penerima RTLH yang tak selesai karena defisit anggaran tahun lalu. foto:hasbi/batampos

batampos.co.id – Sekrataris Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Lingga, Said Ibrahim mengatakan persoalan sisa dana penyelesaian Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) bagi 1.419 rumah tangga sasaran pada 2015 tahun lalu kembali disampaikan kepada Gubernur Kepri, Nurdin Basirun.

Di katakan Ibrahim, sisa dana tersebut berkisar Rp 13 miliar. Hal tersebut, kata Ibrahim dipastikan masuk dalam APBD Perubahan Provinsi Kepri dan telah mendapat respon Gubernur.

“Pada rapat dengan Gubernur Kepri, Pak Nurdin baru-baru ini yang datang sekaligus safari ramadhan, soal sisa dana RTLH yang belum diserahkan pemprov sudah direspon pak Gubernur,” ungkapnya beberapa waktu lalu.

Dari hasil rapat tersebut di gedung Daerah Pemkab Lingga, provinsi akan melunasi seluruh sisa pembayaran untuk menyelesaikan RTLH.

“Kita yakin. Sisa dana ini akan masuk anggaran Perubahan Prov Kepri. Kita tetap koordinasi dan menyurati pemprov,” jelasnya.

Dikatakan Ibrahim, jika dana program RTLH tidak dimasukkan dalam anggaran perubahan, hal tersebut akan menghambat program pengentasan kemiskinan provinsi Kepri. Begitu juga RTS yang telah melakukan rehab namun belum dapat menyelesaikan pembangunannya. Selain itu juga, program RTLH 2015, kata Ibrahim, tidak mungkin masuk dalam anggaran murni tahun 2017.

Sejak akhir tahun 2015 hingga saat ini, ribuan rumah tidak layak huni terbengkalai. Ironisnya lagi, rumah yang telah dibongkar, tidak bisa diselesaikan warga karena pencairan dana tahap dua tidak disalurkan provinsi yang jumlahnya Rp 5.400.000 dari total Rp 18 juta per RTS. (mhb/bpos)

Respon Anda?

komentar