Tiket Ludes Terjual, Pelni Jamin Tidak Ada Calon Penumpang Terlantar

1542
Pesona Indonesia
KM Lawit yang disiapkan untuk mengangkut pemudik dari Pelabuhan Sri Bayintan, Kijang.
KM Lawit yang disiapkan untuk mengangkut pemudik dari Pelabuhan Sri Bayintan, Kijang.

batampos.co.id – Kepala PT Pelni Cabang Tanjungpinang, Rudy Pentury mengakui tahun ini terjadi lonjakan penumpang yang sangat tinggi dibandingkan tahun sebelumnya. Bahkan lonjakan penumpang sudah terjadi sejak sepekan Ramadan, sehingga banyak tiket yang ludes terjual.

“Tiket untuk empat kapal yang berlabuh dan berangkat dari pelabuhan ini pasti ludes terjual,” katanya.

Empat kapal yang diberangkatkan dari Pelabuhan Sri Bayintan yakni Kapal Motor (KM) Bukit Raya, KM Umsini, KM Lawit, dan KM Doro Londa. Kapal yang melayani keberangkatan dengan tujuan tiga bagian wilayah Indonesia tersebut dipastikan tidak akan mengalami kendala dan hambatan sedikitpun. Karena Kantor Syahbandar Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kijang dan PT Pelayaran Indonesia (Pelni) Cabang Tanjungpinang sudah melakukan pengecekan, pemeriksaan dan pengetesan kepada keempat kapal tersebut.

PT Pelni, lanjutnya, akan memastikan serta menjamin tidak ada penumpang yang terlantar akibat tak dapat berangkat maupun menumpangi kapal di Pelabuhan Sribayintan, Kijang ini. Karena, khusus pada tahun ini ada kebijakan baru yang dituangkan dari Kemenhub terkait dispensasi jumlah penumpang yang diangkut melalui transportasi laut selama Ramadan hingga Lebaran.

Bahkan ia menjanjikan keamanan dan kenyamanan seluruh penumpang kapal selama belayar dengan kapal perintis milik PT Pelni. Dipastikan juga tidak ada pungli dalam pembelian tiket kemudian juga tidak dibenarkan adanya penjualan alas tempat tidur baik itu tikar, kasur dan bantal. Karena semua faslitas di dalam kapal disediakan secara gratis.

“Ada dispensasi saat ini untuk menambahkan jumlah penumpang namun tidak lebihi kapasitas kapal. Jadi penumpang dipastikan bisa berangkat semua menuju kampung halamannya. Bahkan kita pastikan tak ada yang namanya jual tempat tidur, kamar dan lainnya. Jika ada laporkan saja ke PT Pelni maupun KSOP,” ungkapnya. (ary/bpos)

Respon Anda?

komentar