Cerai dari Uni Eropa, Inggris Bakal Bidik Indonesia Tujuan Investasi

1582
Pesona Indonesia
Ilustrasi Inggris pisah dengan Uni Eropa.
Ilustrasi Inggris pisah dengan Uni Eropa.

batampos.co.id – Selamat Tinggal Uni Eropa (UE). Ya, hasil resmi referendum Brexit alias British Exit dipublikasikan, Jumat (24/6/2016) memutuskan Inggris keluar dari UE.

Meski butuh waktu dua tahun untuk total keluar dari UE, namun sudah pasti Inggris tak lagi bersama UE.

Apa efeknya bagi investasi Inggris di Indonesia?

Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) optimistis bahwa keluarnya Inggris dari UE tidak berdampak negatif terhadap investasi Inggris ke Indonesia. Sebaliknya, hal ini menjadi peluang bagi Inggris untuk meningkatkan investasinya ke Indonesia.

Kepala BKPM Franky Sibarani menyatakan, investasi langsung lebih bersifat jangka panjang, sehingga keputusan Inggris untuk keluar dari Uni Eropa tidak mempengaruhi keputusan bisnis yang sudah dibuat.

“Investasi langsung tergolong dalam investasi yang sifatnya untuk jangka panjang, sehingga sudah melalui pertimbangan-pertimbangan matang bahkan research terlebih dahulu. Jadi, kita tidak perlu khawatir langkah Inggris keluar dari Uni Eropa, karena tidak akan mempengaruhi kebijakan-kebijakan bisnis yang sudah ada,” ujar Franky dalam keterangan resminya, Jumat (24/6/2016) malam.

Menurut dia, saat ini merupakan yang paling tepat untuk menarik investasi Inggris ke Indonesia. Terlebih, Indonesia sudah punya perjanjian perdagangan negara yang menjadi pasar utama seperti China dan India.

“Kita juga sedang mengupayakan FTA (Free Trade Agreement) dengan Uni Eropa dan Amerika, sehingga perusahaan Inggris dapat menjadikan Indonesia sebagai basis produksi untuk masuk ke pasar global,” pungkas mantan CEO Garuda Food Group itu.

Berdasar data BKPM, Inggris merupakan salah satu mitra utama investasi Indonesia. Sepanjang tahun 2010-2015, realisasi investasi Inggris ke Indonesia mencapai USD 4,8 miliar atau sekitar Rp 63,6 triliun. Ini merupakan peringkat kedelapan negara dengan investasi terbesar di Tanah Air.

Sementara dari sisi komitmen investasi Inggris periode 2010-2015 mencapai USD 3,1 Miliar atau sekitar Rp 41 triliun. Sedangkan komitmen investasi Inggris ke Indonesia Januari-Mei 2016 USD 111 Juta atau sekira Rp 1,47 triliun. Angka tersebut tumbuh 517% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. (fab/JPG)

Respon Anda?

komentar