Daging Impor Ilegal Marak di Batam, Dinas KP2K Tak Tahu Sumbernya

737
Pesona Indonesia
Pedagang Daging
Pedagang Daging

batampos.co.id РKepala Dinas Kelautan, Perikanan, Pertanian, dan Kehutanan (KP2K)Kota Batam mengakui tidak mengetahui dari mana daging impor ilegal yang beredar di Batam berasal.

Saat ini berdasarkan data dari Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) setiap harinya diperkirakan ada sekitar 10 ton daging yang beredar.

“Saya tidak tahu dari mana,” kata dia, Sabtu (25/6/2016).

Menurutnya, perhitungan kebutuhan daging di Batam berdasarkan standar kebutuhan daging nasional. Sedangkan untuk suplai yang tersedia di pemotongan sapi hidup hanya dua hingga tiga ekor per harinya. Sementara untuk daging beku yang didapat dari pusat hanya sekitar 1,7 ton per hari.

“Jika dilihat dari kebutuhan, ya ada ketidakseimbangan antara kebutuhan dengan stok yang ada,” jelasnya.

Sebenarnya peredaran daging ilegal sudah lama terjadi. Kalau dicermati antara kebutuhan dengan ketersediaan daging sudah biasa saja. “Cuman berapa besaran daging ilegal yang beredar pastinya saya tidak tahu berapa banyak,” terangnya.

Peredaran daging ilegal saat ini tidak bisa dilegalkan. Pasalnya yang mengeluarkan izin daging masuk merupakan wewenang dari pusat.

“Kita tidak bisa legalkan, agar ada pajak pemasukan ke pemerintah daerah, karena itu harus pusat yang mengeluarkan,” tukasnya.

Berdasarkan data dari KPPU Kepri, saat ini hanya tiga perusahaan yang mendapat izin resmi untuk mengimpor daging sapi dari Australia dan New Zealand. Yakni, PT Dewi Kartika Inti, PT Kharisma Karya Kartika, dan Batam Frozen Food. (cr17)

Respon Anda?

komentar