Harga Gula dan Cabai Merah Masih Tinggi

647
Pesona Indonesia
Deretan gula pasir di sebuah toko. foto: dalil harahap batampos
Deretan gula pasir di sebuah toko.
foto: dalil harahap batampos

batampos.co.id – Harga gula dan cabai merah masih mengalami kenaikan harga menjelang Hari Raya Idul Fitri 1437 H.

Harga gula pasir yang sebelumnya Rp 15.500 per kg, naik menjadi Rp 16.000 per kilo. Sementara cabai merah mengalami kenaikan Rp 1000 per kg, yaitu dari Rp 34 ribu menjadi Rp 35 ribu per kilo.

“Kenaikan harga juga terjadi pada daging ayam. Dari Rp 35 ribu menjadi Rp 36 ribu per kg nya,” ujar Kabid Perdagangan Dinas Perindustrian Perdagangan Ekonomi Kreatif dan Penanaman Modal (Disperindag-Ekraf dan PM) Kota Tanjungpinang, Teguh Susanto, Jumat (24/6).

Tidak semua komiditi mengalami kenaikan. Sejumlah kebutuhan pokok juga mengalami penurunan harga, seperti bawang putih, cabai rawit, dan cabai hijau.

Saat ini, cabai rawit Rp 26.000 per kg, turun sebesar Rp 2.000 dari harga sebelumnya. Untuk bawang putih mengalami penurunan sebesar Rp 2.000 dari harga sebelumnya Rp 38.000 per kg. Dan harga cabai hijau turun menjadi Rp 20.000 dari harga sebelumnya Rp 28.000 per kg.

Sementara untuk harga kebutuhan pokok lainnya tidak mengalami perubahan harga dibandingkan harga sebelumnya.

Dikatakan Teguh, menjelang Hari Raya Idul Fitri 1437 H, harga sejumlah kebutuhan masih tergolong tinggi. Tapi kenaikan tersebut telah terjadi sejak beberapa pekan terakhir.

“Setelah lebaran nanti, harga akan kembali normal,” ujarnya.

Menyikapi fenomena naiknya harga kebutuhan pokok menjelang puasa dan hari raya, Wali Kota Tanjungpinang Lis Darmansyah menyarankan kepada Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kota Tanjungpinang untuk memasok kebutuhan pokok dan menjualnya kepada masyarakat dengan harga lebih murah.

Dirut BUMD Kota Tanjungpinang, Asep Nana Suryana merespon baik permintaan tersebut, dan mengatakan telah bekerja sama dengan Tim Pemantauan dan Pengendalian Inflasi Daerah (TPID).  Provinsi Kepri untuk memasok bahan pangan dari beberapa daerah penghasil.

“Setelah lebaran ini, kami akan bergerak untuk memasok kebutuhan lain, semisal kentang dan sayur lainnya,” ujarnya. (lra)

Respon Anda?

komentar