Kiprah Dua Imam Muda Indonesia di Kanada

1038
Pesona Indonesia
Dasrizal Marah Nainin S.SI., M.IS (kiri), Ali Mohammad Al Hudhaibi, Lc (kanan) saat berpamitan pada Rektor UIN Jakarta Prof Dr Dede Rosyada MA hari ini (tengah) sebelum bertolak ke Kanada untuk jadi imam, Jumat (3/6/2016). Foto: dok. UIN Jakarta
Dasrizal Marah Nainin S.SI., M.IS (kiri), Ali Mohammad Al Hudhaibi, Lc (kanan) saat berpamitan pada Rektor UIN Jakarta Prof Dr Dede Rosyada MA hari ini (tengah) sebelum bertolak ke Kanada untuk jadi imam, Jumat (3/6/2016). Foto: dok. UIN Jakarta

batampos.co.id – Kemampuan membaca alquran masyarakat muslim Indonesia menjadi perhatian dunia internasional. Tak hanya sering menjadi yang terbaik di ajang tilawah maupun hifzil quran Internasional, juga menjadi incaran beberapa masjid di beberapa negara untuk dijadikan imam.

Kabar terbaru datang dari dua orang qori asal Indonesia. Mereka adalah Dasrizal Marah Nainin dan Ali Mohammad Al Hudhaibi. Selama Ramadan tahun ini keduanya didaulat sebagai imam untuk salat tarawih dan salat lima waktu di Kanada.

Kepala Pusat Layanan Kerjasama Internasional (PLKI) UIN Jakarta, Rachmat Baihaky mengatakan, diutusnya dua imam dari UIN Jakarta ini atas permintaan pihak Sayeda Kadija Centre, yang diketuai oleh Dr Hamid Slimi.

“Beliau (Hamid Slimi.red), pernah melakukan tour di Indonesia beberapa waktu lalu, dan menemukan sesuatu yang ‘menarik’ tentang muslim di Indonesia, terutama mengenai aksen bacaan Alquran. Alhasil, Hamid Slimi memilih dan meminta UIN Jakarta untuk mengutus dua orang yang akan dijadikan imam tarawih di masjid Sayida Kadija Centre, Kanada selama bulan Ramadhan,” ujar Rachmat Baihaky.

Sehari-harinya, Dasrizal Marah Nainin merupakan dosen di program studi Tafsir Hadis Fakultas Ushuluddin UIN Jakarta. Sedangkan Ali Mohammad Al Hudhaibi adalah imam Masjid Jami’ Student Centre UIN Jakarta.

Kepada JawaPos.com (grup batampos.co.id) Dasrizal menuturkan, dirinya berada di Kanada, mulai dari hari pertama hingga hari terakhir Ramadan. Akan kembali ke Indonesia setelah hari raya Idulfitri.

Selama di Kanada, kata Dasrizal, dia didaulat menjadi imam untuk salat lima waktu, salat tarawih dan salat witir. “Khusus untuk 10 malam terakhir saja juga jadi imam untuk salat tahajud,” ungkap Dasrizal dalam pesan singkatnya kepadaJawaPos.com, Minggu (26/6).

Di samping menjadi imam, dia juga diminta untuk membacakan alquran selama 15-25 menit, sebelum salat isya. Di Kanada, tepatnya di Kota Toronto dan Kota Mississauga Provinsi Ontario waktu salat isya berlangsung pada pukul 22.30 waktu setempat.

Selain sebelum salat Isya, alumnus MAN 2 Padang ini juga dimintakan untuk membaca alquran sebelum mulai salat jumat. “Kadang-kadang diminta juga untuk membaca al-Quran pada kegiatan- lain, seperti acara buka bersama di komunitas-komunitas tertentu,” sebut salah satu qori terbaik Indonesia ini.

Tidak hanya sebagai imam dan membacakan alquran untuk jamaah salat lima waktu dan tarawih, Dasrizal juga diminta untuk memberikan tausiyah atau ceramah setelah salat subuh dan di akhir pekan. “Semua jamaahnya di sini (Kanada) adalah warga negara setempat,” ungkap Dasrizal.

Tentunya untuk memberikan ceramah di benua Amerika itu, Dasrizal menyampaikan dengan bahasa arab. “Agar jamaah tidak bosan, ceramah kita selingi dengan bahasa Inggris. Jika full bahasa arab, maka nanti akan diterjemahkan oleh penerjemahnya,” ayah tiga anak ini.(iil/JPG)

Respon Anda?

komentar