Polisi Perketat Pengamanan Jelang Lebaran

918
Pesona Indonesia
Tim Patroli Rainmas Sabhara Polresta Barelang menggunkakan motor patroli trail bersenjata lengkap berangkat dari Polresta Barelang untuk melakukan patroli Kota Batam untuk mengantisipasi tindak kejahatan di bulan puasa dan menjelang lebaran idul fitri, Kamis (23/6/2016). Foto: Dalil Harahap/Batam Pos
Tim Patroli Rainmas Sabhara Polresta Barelang menggunkakan motor patroli trail bersenjata lengkap berangkat dari Polresta Barelang untuk melakukan patroli Kota Batam untuk mengantisipasi tindak kejahatan di bulan puasa dan menjelang lebaran idul fitri, Kamis (23/6/2016). Foto: Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Kepolisan Daerah (Polda) Kepri memperketat pengamanan dengan menyebar anggotanya ke berbagai kawasan yang dinilai rawan.

Langkah ini diambil sebagai upaya mencegah aksi krimi8nalitas menjelang Idul Fitri. Warga juga diminta hati-hati dan tidak melakukan hal-hal yang dapat mengundang tindak kriminal.

“Misalnya, memakai perhiasan yang mencolok dan berlebihan saat keluar rumah,” kata Kabid Humas Polda Kepri AKBP, Hartono pada Batam Pos, kemarin.

Hartono mengatakan, jajaran Polda Kepri sendiri berjanji akan memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat selama bulan Ramadan sampai Lebaran nanti. Berbagai operasi akan digelar demi terciptanya situasi aman dan kondusif.

Pengamanan ini melibat berbagai jajaran di Polda Kepri, baik itu Direktorat Sabhara, Intel, Lantas dan lain-lain. Operasi pengamanan Ramadan dan mudik kali ini dengan sandi Ramadan Seligi 2016.

“Keamanan selama Ramadan dan Lebaran menjadi prioritas kami,” kata Hartono.

Ia mengatakan bahwa setiap jajaran yang ada di Polda Kepri, akan turun dan bergerak. Saat ini kata Hartono, dari Direktorat Sabhara sudah membentuk tim yang melakukan razia dan patroli pada malam hari.

“Setiap malam polisi selalu patroli, dari Sabhara juga menurunkan satuannya melaksanakan tindakan preventif,” ungkapnya.

Ia mengungkapkan dalam waktu dekat, Polda Kepri akan menggelar apel untuk melihat kesiagaan setiap jajaran di Polda Kepri menghadapi mudik Lebaran.

“Kami berusaha akan menghadirkan polisi di tengah-tengah masyarakat,” ucapnya.

Sementara Kepolisian Sektor Batuaji dan Sagulung mewanti-wanti masyarakat agar waspada terhadap beberapa modus kejahatan yang jamak terjadi di dua wilayah itu. Seperti pencurian dengan kekerasan, hipnotis, copet, jambret, serta peredaran uang palsu (upal).

Karena selama ini tidak sedikit warga yang sudah menjadi korban dari berbagai aksi kejahatan. Ada yang dihipnotis di mesin ATM, dijambret, bobol rumah dan kaca mobilnya serta beberapa modus lainnya.

Modus kejahatan seperti itu diprediksi akan meningkat menjelang Hari Raya Idul Fitri nanti. Sebab makin banyak warga yang terdesak dengan berbagai kebutuhan ekonomi dan memaksa mereka untuk melakukan aksi kejahatan.

“Polisi tetap akan maksimalkan pengamanan berupa patroli, intai, dan lain sebagainya, tapi (kemampuan) polisi juga ada batasannya. Wargalah yang harus lebih aktif menjaga keamanan diri dan lingkungannya,” kata Kapolsek Batuaji, Kompol Andy Hermansyah.

Saat melakukan transaksi keuangan dalam jumlah yang besar, warga diharapkan harus melalui pengamanan, baik lewat kepolisian atau jasa pengaman lainnya. Begitu juga saat melakukan penukaran uang warga diimbau agar lebih teliti agar tidak terkecoh dengan peredaran uang palsu.

“Karena bisa jadi ada (peredaran upal). Selama ini memang belum kedapatan, tapi alangkah baiknya kita selalu waspada,” ujar Andy.

Kepolisian sendiri, kata Andy, memang akan meningkatkan pengamanan baik selama puasa hingga perayaan Lebaran nanti. “Untuk pengamanan tetap dengan kekuatan penuh,” katanya.

Hal senada disampaikan Kapolsek Sagulung AKP Chrisman Panjaitan. Dia meminta masyarakat Sagulung lebih peran aktif menjaga keamanan di lingkungan masing-masing. “Biasakan jadi polisi bagi diri sendiri agar kita semua aman dan tenang. Keluar rumah jangan membawa barang berharga yang memancing aksi kejahatan,” imbau Chrisman.

Sementara di wilayah Kecamatan Lubukbaja, Batam, tercatat ada peningkatan kasus begal dan pencurian, khususnya pencurian kendaraan bermotor (curanmor). Hingga hari ke 18 Ramadan tercatat enam korban begal dan belasan laporan pencurian.

Pada awal Ramadan tercatat empat kasus begal, yakni di sekitar Perumahan Anggrek Sari, Batamcentre, Seibeduk, Nongsa dan Batubatam, Lubukbaja. Selain itu, belasan laporan pencurian terjadi di wilayah hukum Batamkota, Lubukbaja serta Bengkong.

Kapolsek Lubukbaja, AKP I Putu Bayu Pati mengatakan pihaknya sejauh ini menerima laporan begal di kawasan Batubatam. Termasuk di kawasan Seipanas.

“Memang ada laporan kepada kita. Kasus curas, curat dan curanmor meningkat. Karena dari beberapa laporan Polsek, kasus ini meningkat,” ujar Putu, Kamis (23/6).

Putu mengimbau kepada masyarakat untuk meningkatkan keamanan dan kewaspadaan. Seperti menambah kunci ganda pada kendaraan serta menghindari berkendara seorang diri pada malam hari.

“Intinya harus waspada dan keamanan ditingkatkan,” tegasnya.

Dia menegaskan selama bulan Ramadan, pihaknya terus meningkatkan pengamanan dan patroli. Termasuk mengerahkan anggota buser di lokasi yang rawan kejahatan.

“Kita maksimalkan patroli dan ada tim anti bandit pada malam hari,” paparnya.

Hal senada disampaikan Kasat Reskrim Polresta Barelang, Kompol Memo Ardian. Dia mengatakan masih melakukan penyelidikan terhadap pelaku begal, termasuk pelaku pencurian.

“Kemarin ada satu korban (begal). Dan sekarang masih dalam penyelidikan,” ujar Memo.

Memo mengimbau kepada masyarakat khususnya yang melakukan mudik untuk tidak meninggalkan barang berharga di dalam rumah. Termasuk memasang CCTv di rumah tersebut.

“Bagi yang mampu bisa memasang CCTv. Dan jangan tinggalkan barang berharga,” katanya.

Peningkatan kasus kriminal jelang lebaran juga diakui Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad. “Menjelang lebaran biasanya intensitas kriminal meningkat,” kata Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, kemarin.

Untuk itu dia mengimbau agar warga terus meningkatkan kewaspadaan. “Kita sudah ingatkan saat Safari ramadan. Namun saya kembali ingatkan agar masing-masing masyarakat peduli dengan lingkungan,” terang Amaskar.

Menurut dia, aparat keamanan juga tak mungkin senantiasa menjaga setiap masyarakat dari tindakan kriminal. Karena itu diminta kepedulian sesama.

“Kriminal sudah kerap terjadi di last minute Lebaran. Jadi warga harap antisipasi dengan lebih menjaga keamanan rumah masing-masing,” katanya. (ska/opi/eja/she/rng/ceu/cr13/bp)

Respon Anda?

komentar