Tersangka Vaksin Palsu Bertambah, RS Pengguna Didata

3512
Pesona Indonesia
Petugas kesehatan sedang meneteskan vaksin polio terhadap seorang balita di  Kelurahan Tanjungpinang Kota, Selasa (8/3).  foto:yusnadi/batampos
Petugas kesehatan sedang meneteskan vaksin polio terhadap seorang balita di Kelurahan Tanjungpinang Kota, Selasa (8/3). foto:yusnadi/batampos

batampos.co.id – Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri terus memburu jaringan pembuat dan pengedar vaksin palsu. Setelah menangkap dan menetapkan 13 tersangka, kembali tiga orang ditangkap dan ditetapkan tersangka.

Baca Juga: Bayi Meninggal Usai Imunisasi, Awal Pengungkapan Vaksin Palsu, Sudah Berlangsung Belasan Tahun

Dengan demikian, jumlah tersangka sudah 16 orang. Jumlah tersangka masih bakal bertambah karena Mabes Polri masih terus mengembangkan kasus yang menggemparkan dunia medis tanah air itu.

“Tiga tersangka baru tersebut berperan sebagai pembantu pembuatan vaksin palsu,” ujar irektur Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dirtipideksus) Bareskrim Mabes Polri Brigjen Agung Setya, Minggu (26/6/2016).

Baca Juga: Ngeri, Vaksin Bayi Palsu Masuk Apotek, Mabes Polri Ungkap Sindikatnya

Peran ketiganya, kata Agung, menyuplai botol-botol bekas vaksin untuk digunakan ulang dan diisi dengan vaksin palsu. Ada pula yang berperan sebagai pembuat label vaksin palsu. Mereka juga disangka tahu betul bahwa bisnis vaksin itu ilegal.

“Terutama penyedia botol bekas itu. Dia biasa menerima pesanan dan siap menyediakan stok,” ujar Agung.

Dari penyelidikan polisi, botol-botol bekas tersebut didapatkan dari empat rumah sakit dan klinik di Jakarta. Polisi masih terus mendata RS dan klinik yang sempat menggunakan vaksin palsu itu guna mencegah hal-hal yang tak diinginkan.

Agung tidak mau menyebutkan nama rumah sakit tersebut. Termasuk status swasta atau negeri rumah sakit itu.

Yang jelas, botol bekas itu dikumpulkan dari RS dan klinik. Botol tersebut dibersihkan, lalu diisi ulang dan dilabeli. “Satu botol dihargai Rp 15 ribu,” terang dia.

Bukan hanya itu, Agung dan anggotanya kini juga sedang mengembangkan penyelidikan ke jaringan lain yang juga memproduksi vaksin palsu.

Jaringan tersebut berbeda dengan kelompok yang ditangkap gara-gara mendistribusikan vaksin palsu kepada penjual vaksin di Pasar Kramat Jati, Jalan Manunggal Kalisari, Jatibening, Puri Bintaro Hijau, Jalan Serma Hasyim, dan Kemang Regency.

“Beberapa tempat sedang ditelusuri. Ini kelompok baru,” tegas dia.

Seperti diberitakan, Dittipideksus Bareskrim Mabes Polri mengungkap produksi vaksin palsu. Di antaranya, vaksin polio, campak, dan bacillus calmette-guerin (BCG).  (mia/jun/lyn/c11/sof/jpg) 

Respon Anda?

komentar