Yanto Tergantung di Pohon Cempedak

1153
Pesona Indonesia
Petugas mengevakuasi jenazah Yanto yang diduga tewas bunuh diri di jalan Angsana Batu 11 Tanjungpinang, Sabtu (25/6). foto: yusnadi / batampos
Petugas mengevakuasi jenazah Yanto yang diduga tewas bunuh diri di jalan Angsana Batu 11 Tanjungpinang, Sabtu (25/6).
foto: yusnadi / batampos

batampos.co.id – Yanto, 33, ditemukan tergantung di sebuah pohon Cempedak di kebun milik warga Jalan Angsana RT 01, RW 08, Kelurahan Pinang Kencana, Kecamatan Tanjungpinang Timur, Sabtu (25/6) sekira pukul 08.00 WIB.

Yanto diyakini sebagai warga Kelurahan Toapaya Selatan, Kecamatan Toapaya.

Penemuan mayat korban berawal dari kecurigaan masyarakat sekitar yang melihat sepeda motor Honda Beat bernomor polisi BP 3014 BM warna merah terparkir di pinggir jalan sejak Kamis (23/6).

Tim Inafis Satreskrim Polres Tanjungpinang pun langsung turun ke tempat kejadian perkara (TKP) dan melakukan olah TKP. Puluhan warga pun memadati lokasi penemuan mayat untuk melihat jenasah korban.

Salah seorang warga, Yusuf, mengatakan setelah curiga melihat motor tersebut terparkir berhari-hari. Warga pun berinisiatif mencari siapa pemiliknya dengan menyisir kedalam kebun tak jauh tempat motor tersebut terparkir.

”Terkejut kami, pas masuk ke dalam hutan itu, mayat pria itu tergantung di pohon cempedak. Kami pun tidak mengenali siapa pria itu,”ujar Yusuf saat ditemui di lokasi penemuan mayat tersebut.

Dikatakan Yusuf, setelah menemukan mayat tersebut. Perangkat RT pun langsung melaporkan ke pihak Kepolisian agar ditindak lanjuti.

”Pak RT langsung menghubungi Polisi. Pria itu bukan warga di kawasan ini,”katanya.

Kapolres Tanjungpinang, AKBP Kristian Siagian melalui Kapolsek Tanjungpinang Timur, AKP Effendri Ali mengatakan dugaan sementara korban murni bunuh diri. Namun, pihaknya tetap melakukan penyelidikan dan mencari latar belakang korban. Pihaknya juga telah menghubungi keluarga korban.

”Memang KTP korban keluaran Pemkab Bintan. Tapi dia tinggal di Jalan Ganet situ. Dari TKP kami juga menemukan tas sandang berisikan dompet, tab merek Asus, ponsel Samsung serta dompet yang di dalamnya terdapat uang Rp20 ribu,”ujar Effendri Ali.

Dikatakan Effendri Ali, pihaknya belum mengetahui korban sudah berapa hari menghembuskan nafas terakhirnya. Jenazah akan dibawa ke RSUP untuk dilakukan visum.

”Dokter yang bisa tahu sudah berapa hari korban meninggal. Tunggu hasil visum dari rumah sakit,”katanya. (ias)

Respon Anda?

komentar